Mainan ‘Kuda Menangis’ Viral di China Menjelang Tahun Baru Imlek

Boneka kuda dengan ekspresi cemberut telah menjadi produk laris viral jelang perayaan Tahun Baru Imlek tahun kuda di Tiongkok.

Pemilik toko Happy Sister di kota Yiwu menuturkan pada Reuters, boneka berwajah muram itu awalnya tercipta akibat kesalahan, ketika seorang pekerja menjahit senyumnya secara terbalik.

Zhang Huoqing sempat mengira akan harus mengeluarkan refund kepada pembeli pertama, namun setelah gambarnya beredar daring, boneka itu justru ludes terjual.

Zhang mengatakan ekspresi muram hewan tersebut beresonansi dengan para pekerja muda di Tiongkok.

“Banyak pelanggan yang menyukainya. Mereka bilang ini masuk akal karena cocok dengan semangat ‘budak korporat’ masa kini,” ujar Zhang.

“Kuda yang menangis ini sangat sesuai dengan realita kaum pekerja modern,” tambahnya.

“Orang-orang berkelakar bahwa kuda cemberut adalah wajahmu saat kerja, sedangkan kuda tersenyum adalah wajahmu seusai kerja.”

Berdasarkan laporan media, pabrik Zhang telah meningkatkan produksi secara signifikan untuk memenuhi permintaan, termasuk dari negara lain.

Seorang pembeli yang dikenal daring sebagai Tuan Tuan Mami mengatakan pada South China Morning Post, “Kuda kecil ini terlihat begitu sedih dan mengiba, persis seperti perasaanku di tempat kerja.”

“Dengan mainan tangisan di Tahun Kuda ini, kuharap semua keluhanku di kerja dapat tertinggal dan hanya kebahagiaan yang tersisa.”

Boneka kuda setinggi sekitar 20 cm ini dijual seharga 25 yuan. Berwarna merah pembawa hoki, dengan kalung dan lonceng emas, serta bordir huruf emas bertuliskan “uang datang cepat” pada tubuhnya.

Pemilik toko lain di Yiwu, Lou Zhenxian, menyatakan ia menganggap boneka itu buruk rupa, namun “itulah nilai emosional yang dicari kaum muda dewasa ini.”

Ia mendeskripsikan kaum muda pergi kerja dengan kondisi seperti kuda menangis, lalu “langsung bahagia” saat pulang kerja.

MEMBACA  Dengan Tren Ini, Harga Emas Bisa Tembus US$10.000 per Ons dalam Tiga Tahun

“Tetapi sejujurnya, jika semua orang mengejar sentimen semacam itu—cara berpikir anak muda—itu tidak sepenuhnya tepat. Saya percaya kita harus bekerja keras saat di tempat kerja dan berbahagia setelahnya, bukan menjadi dua kutub yang ekstrem,” paparnya.

Tahun Baru Imlek akan dirayakan pada Februari mendatang, menyongsong tahun kuda—salah satu dari dua belas shio yang berulang dalam siklus kalender Tionghoa.

Tinggalkan komentar