Kementerian Kehutanan Siapkan 4.778 Hektar Lahan untuk Pengungsi Bencana Sumatra

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi hampir 4.800 hektar lahan hutan di tiga provinsi sebagai calon lokasi relokasi bagi warga yang terdampak banjir dan tanah longsor pada November lalu, seperti diungkapkan Menteri Kehutanan pada Selasa.

Lahan yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini dimaksudkan untuk menutupi kekurangan lahan di daerah yang sudah ditetapkan untuk perumahan pascabencana.

"Kami telah mengidentifikasi sekitar 4.778 hektar lahan potensial untuk relokasi, termasuk sekitar 1.039 hektar di Aceh, kurang lebih 3.577 hektar di Sumatera Utara, dan kira-kira 162 hektar di Sumatera Barat," ujar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Dia menjelaskan bahwa pemetaan ini dilakukan karena kawasan yang diklasifikasikan sebagai Area Penggunaan Lain (APL), yang secara hukum dapat digunakan untuk permukiman, mungkin tidak cukup menampung semua warga terdampak.

"Skema yang paling realistis dan feasible untuk mengubah lahan hutan menjadi zona relokasi adalah melalui mekanisme PPKH, yang nantinya bisa diikuti dengan pelepasan penuh kawasan hutan untuk mendukung permukiman masyarakat tetap," kata Antoni, merujuk pada proses Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan.

Kementerian juga telah mengeluarkan arahan tertulis yang mengizinkan warga dan pemangku kepentingan lain menggunakan kayu terapung dan puing-puing sisa bencana untuk membangun rumah sementara dan fasilitas darurat.

Namun, Antoni mengingatkan bahwa pelaku usaha dan industri setempat harus berkoordinasi dengan otoritas sebelum menggunakan puing untuk keperluan komersial guna menghindari masalah hukum.

"Kebijakan itu sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan material pascabencana dioptimalkan untuk pemulihan tanpa menimbulkan masalah tata kelola atau hukum," jelasnya.

Kementerian telah mengerahkan personel dan 38 unit alat berat untuk mendukung upaya pemulihan, bekerja sama dengan instansi pemerintah lainnya.

MEMBACA  Penawaran Terbaik Prime Day 2025: Update Langsung 100+ Diskon untuk MacBook, Kindle, dan Lainnya

Antoni menyebut salah satu prioritas kementerian adalah membersihkan tumpukan kayu dan sedimen berat di sepanjang perbatasan Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara, Daerah Aliran Sungai Batang Toru di Sumatera Utara, serta beberapa titik kritis di Sumatera Barat.

"Selain operasi pembersihan, kami berkomitmen memastikan upaya pemulihan dilaksanakan secara terencana, terkoordinasi, dan berkelanjutan untuk membantu daerah terdampak pulih dan lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan," ujarnya.

Banjir dan tanah longsor pada November lalu menyebabkan ribuan orang mengungsi, merusak rumah dan lahan pertanian, serta mengganggu jalur transportasi di ketiga provinsi tersebut.

Pemerintah daerah selama ini kesulitan menemukan cukup lahan di luar kawasan hutan lindung untuk memindahkan seluruh komunitas dari zona berisiko tinggi.

Berita terkait: Indonesia reports major progress in Sumatra post-disaster recovery

Berita terkait: Timber logs from floods can be used for disaster recovery: Minister

Penerjemah: Arnidhya N, Tegar Nurfitra
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar