IRGC Siaga Tempur “Sambut” Kapal Induk AS di Teluk Persia, dalam Jangkauan Rudal

Selasa, 27 Januari 2026 – 11:21 WIB

Teheran, VIVA – Pemerintah Iran bersiap menghadapi serangan rudal dari AS dan Israel. Ini setelah diumumkan bahwa gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln telah mengirimkan aset-aset penting ke wilayah tersebut.

Pasukan AS juga dilaporkan telah mengirim belasan pesawat tempur tambahan untuk memperkuat kekuatan mereka di sana.

Diperkirakan, Washington berada di wilayah itu untuk punya daya tembak yang cukup, bersama pesawat Israel, guna melancarkan serangan. Serangan ini didesain untuk menggulingkan pemerintah Iran yang dituduh menindas protes dengan brutal dan membunuh ribuan warganya.

Armada AS, termasuk beberapa kapal perusak berpandu rudal, belum di posisi akhir tapi sudah dalam jangkauan serangan militer Iran.

VIVA Militer: Kapal induk USS Abraham Lincoln Angkatan Laut Amerika Serikat

Melansir i24news, Selasa 27 Januari 2026, penilaian intelijen negara-negara Teluk Persia mengungkap Iran telah memperkuat wilayah pesisir selatannya. Mereka menempatkan unit-unit Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Langkah ini dinilai sebagai persiapan menghadapi kemungkinan operasi darat Amerika Serikat. Pengerahan pasukan difokuskan di kawasan strategis Teluk Persia, termasuk sekitar Selat Hormuz yang jadi jalur vital pelayaran internasional.

Penguatan militer Iran ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya kehadiran angkatan laut AS di kawasan. Washington dilaporkan telah mengirim satu kapal induk beserta sejumlah kapal perang dan fregat. Pejabat Iran dan analis regional menyebut ini sebagai bentuk pengepungan angkatan laut secara de facto.

Akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi pengerahan apa yang ia sebut "kekuatan besar" ke Timur Tengah. Ia bilang langkah ini untuk mencegah Iran di tengah situasi domestik negara itu yang sedang bergejolak.

MEMBACA  Kehidupan George Foreman dalam gambar

Menanggapi hal tersebut, otoritas Iran memperkuat pertahanan pantai dan menggelar latihan militer. Latihan difokuskan pada penangkalan kemungkinan operasi pendaratan amfibi.

Berdasarkan informasi intelijen yang dibagikan ke sejumlah misi diplomatik Barat, Iran telah menempatkan unit IRGC dan Basij di sepanjang garis pantainya yang panjangnya lebih dari 2.400 km.

Penempatan ini difokuskan pada titik-titik strategis, seperti Pulau Qeshm dan kota pelabuhan Bandar Abbas. Tujuan utamanya, menurut laporan, adalah mencegah pendaratan pasukan darat AS di wilayah Iran.

Sumber diplomatik Barat juga menyebut Iran telah mengerahkan sistem pertahanan pantai canggih. Sistem ini termasuk rudal anti-kapal dan kapal selam kelas Ghadir, yang ditujukan untuk mendeteksi dan menghalau ancaman maritim di Teluk Persia.

Baca Juga:

  • Sepp Blatter Dukung Boikot Piala Dunia 2026 Amerika Serikat
  • Kapal Induk Amerika Serikat Tiba di Timur Tengah, Akankah Ketegangan AS–Iran Berujung Perang?
  • Badai Salju Terjang AS, 7 Orang Tewas

    Halaman Selanjutnya

https://ojs.stanford.edu/ojs/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=https%3A%2F%2Fojs.stanford.edu%2Fojs%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=tdO4

Tinggalkan komentar