Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Indonesia Diluncurkan Mei Mendatang

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia akan meluncurkan peta jalan dekarbonisasi untuk sektor transportasi pada Mei 2026, menurut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Daerah, Agus Harimurti Yudhoyono.

“Pada Mei mendatang, kami berharap dapat memiliki produk akhir dari peta jalan dekarbonisasi transportasi,” kata Yudhoyono saat membuka Town Hall Meeting Percepatan Dekarbonisasi Transportasi di Jakarta, Senin.

Peta jalan tersebut akan menguraikan langkah strategis pemerintah jangka menengah dan panjang untuk mengurangi emisi karbon di seluruh sektor transportasi.

Yudhoyono menyoroti beberapa upaya prioritas, termasuk mempercepat perancangan dan penetapan peraturan untuk pengembangan jaringan kereta api Trans-Sumatra, Trans-Kalimantan, dan Trans-Sulawesi.

Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Daerah juga sedang menyiapkan peraturan presiden tentang implementasi bahan bakar aviasi berkelanjutan.

Selain itu, menteri menekankan penggunaan mekanisme offset karbon di dalam subsektor transportasi untuk mendukung pencapaian target dekarbonisasi nasional.

“Semoga apa yang kami selesaikan pada Mei nanti dapat menjadi bahan berharga untuk dipresentasikan di COP31 di Turki pada November 2026,” ujarnya.

Dia mengungkapkan optimisme bahwa peta jalan ini akan mendorong kolaborasi yang lebih kuat antar kementerian, lembaga pemerintah, dan badan usaha milik negara (BUMN) dalam memajukan dekarbonisasi transportasi.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, kementerian telah berkomitmen pada empat proyek percontohan. Satu fokus pada dekarbonisasi transportasi darat, termasuk sistem Bus Rapid Transit (BRT), kendaraan listrik (EV), dan penggunaan biofuel.

Proyek percontohan lainnya melibatkan pengembangan jaringan kereta api Trans-Sumatra, Trans-Kalimantan, dan Trans-Sulawesi.

Di subsektor penerbangan, peta jalan mencakup adopsi bahan bakar aviasi berkelanjutan (SAF), sementara di transportasi maritim mencakup implementasi inisiatif pelabuhan hijau.

“Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Daerah berupaya mengelola dan mengawasi penyusunan peta jalan ini untuk jangka menengah dan panjang,” kata Yudhoyono.

MEMBACA  Operasi Senyap AS di Venezuela Terbongkar, Misi Rahasia Dipersiapkan Berbulan-bulan untuk Menangkap Maduro

Berita terkait: Indonesia dorong akses setara di transportasi publik untuk turunkan emisi

Berita terkait: Indonesia rencanakan penurunan emisi industri nikel sebesar 81%

Tinggalkan komentar