Senin, 26 Januari 2026 – 19:00 WIB
Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah menunjukan penguatan di penutupan perdagangan hari Senin, 26 Januari 2026. Penguatan ini dipengaruhi sentimen domestik dan global, termasuk komitmen Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas rupiah.
Rupiah ditutup menguat 38 poin atau 0,23 persen ke level Rp16.782 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.820. Kurs JISDOR BI juga menguat menjadi Rp16.779 per dolar AS.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa BI menjaga nilai tukar dengan intervensi dalam jumlah besar lewat pasar offshore NDF, DNDF, dan pasar spot. “Pasar mendukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah yang memberikan sentimen positif,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan rupiah juga didukung cadangan devisa yang cukup. Kedepannya, BI optimis rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat, didukung imbal hasil menarik, inflasi rendah, dan prospek ekonomi yang baik.
Dari sisi global, Ibrahim melihat ketegangan antara AS dengan NATO soal akuisisi Greenland masih membayangi pergerakan rupiah. Retorika Presiden AS Donald Trump tentang kepentingan strategis di Arktik dikatakannya memperketat hubungan transatlantik.
Trump juga mengancam akan mengenakan tarif 100 persen pada barang Kanada jika negara itu lanjutkan kesepakatan dagang dengan Tiongkok. Peringatan ini disampaikannya lewat media sosial.