Tim Penyelamat Serahkan 25 Kantung Jenazah Korban Longsor Bandung Barat

Bandung, Jawa Barat (ANTARA) – Tim gabungan pencarian dan penyelamatan telah menyerahkan 25 kantong jenazah korban dari longsor mematikan di Cisarua, Bandung Barat, seiring upaya terus dilakukan untuk menemukan puluhan korban yang diduga masih tertimbun lumpur dan reruntuhan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung, Ade Dian, menyatakan pada Minggu bahwa tim menghentikan operasi untuk hari kedua pukul 16.00 waktu setempat dan akan dilanjutkan Senin untuk mencari sekitar 65 korban yang masih hilang.

“Kami menghentikan pencarian jam 4 sore karena hujan lebat dan akan lanjut besok. Total 25 kantong jenazah telah diserahkan ke tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polri,” kata Dian.

Dia menjelaskan pencarian hari Minggu berfokus pada area dimana korban sebelumnya terdeteksi, bekerja sama dengan tim SAR gabungan dan warga setempat untuk mempercepat evakuasi.

“Jenazah ditemukan di sektor A dan B, kebanyakan di A1, A2 dan B1, berdasarkan informasi dari lapangan,” ujar Dian.

“Kami berkonsentrasi di dua area ini karena banyak korban berada di sana, menurut informasi warga,” tambahnya.

Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) sejauh ini telah mengidentifikasi 11 jenazah, termasuk 10 jenazah utuh dan satu berupa bagian tubuh, katanya.

Dian menyebut operasi sempat terkendala oleh longsor sekunder yang memaksa pencarian dihentikan sementara.

“Terjadi longsor karena retakan di mahkota lereng, jadi pencarian ditunda sekitar 30 menit. Setelah observasi lapangan pukul 10.30, operasi dilanjutkan lagi jam 11.00,” jelasnya.

Kondisi tanah yang tidak stabil dan hujan yang terus-menerus tetap menjadi tantangan besar bagi para penyelamat yang bekerja di area tersebut, katanya.

Berita terkait: Cuaca buruk hambat pencarian 82 korban longsor Bandung Barat

Untuk operasi hari Senin, Dian mengatakan tim SAR akan memperluas titik pencarian ke area yang lebih sulit dijangkau dan mengerahkan peralatan pendeteksi tambahan untuk mempercepat pemulihan dan identifikasi korban.

MEMBACA  Sang Penyelamat Elang: Kisah Pria di Nairobi yang Menyelamatkan Burung Pemangsa

“Selama pencarian hari kedua, kami gunakan alat berat. Tiga unit lagi akan ditambahkan besok, sehingga total menjadi enam,” ujarnya.

Dia menambahkan koordinasi dengan tim DVI akan terus berjalan untuk memastikan semua jenazah yang ditemukan segera diidentifikasi dan dikembalikan ke keluarganya.

“Kami tetap fokus pada kendala yang ada, dengan cuaca menjadi faktor krusial,” kata Dian. “Kami akan terus mengevaluasi lokasi seiring perubahan kondisi.”

Longsor melanda Kecamatan Cisarua awal pekan ini setelah beberapa hari hujan deras, menimbun rumah dan memicu respons darurat skala besar yang melibatkan polisi, personel militer, dan relawan.

Pihak berwajib telah memperingatkan warga di daerah sekitar untuk tetap waspada, mengutip risiko longsor lebih lanjut karena hujan diprediksi berlanjut.

Berita terkait: Kementerian prioritaskan keselamatan perempuan dan anak pasca longsor Cisarua

Penerjemah: Ilham Nugraha, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar