Nakhon Ratchasima (ANTARA) – Indonesia berhasil meraih 102 medali emas di ASEAN Para Games 2025 di Thailand, melampaui target awal yang cuma 82 medali.
“Prestasi ini jauh melebihi ekspektasi kita,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Komite Paralimpik Nasional, Rima Ferdianto, pada Minggu.
Ia mencatat bahwa perolehan medali masih bisa bertambah di hari terakhir kompetisi, yaitu hari Minggu ini.
Ferdianto menekankan bahwa kesuksesan ini sangat berarti karena terjadi di masa regenerasi atlet.
Beberapa anggota skuad adalah debutan di tingkat regional, sebagai bagian dari strategi jangka panjang Indonesia untuk persiapan Paralimpiade Los Angeles 2028.
Meskipun beberapa cabang olahraga andalan dikurangi dari program tahun ini, Indonesia menunjukan adaptasi yang sangat baik.
Kontingen sejauh ini telah mengumpulkan total 298 medali: 102 emas, 104 perak, dan 92 perunggu.
Posisi ini menempatkan tim dalam posisi kuat untuk finish di peringkat dua secara keseluruhan, di bawah tuan rumah Thailand.
Para-atletik menyumbangkan kemenangan terbanyak, dengan 39 emas, 39 perak, dan 20 perunggu.
Para-renang menyusul dengan 22 emas, 28 perak, dan 17 perunggu, sementara para-judo mencapai sapuan bersih dengan memenangkan seluruh tujuh medali emas yang diperebutkan.
Pelatih para-atletik Indonesia, Setiyo Budi Hartanto, mengaku awalnya khawatir dengan kondisi di Thailand.
“Awalnya saya agak pesimis karena banyak cabang andalan kita tidak dipertandingkan, dan ada beberapa penggabungan klasifikasi yang sulit. Tapi atlet beradaptasi dengan baik, dan hasilnya sangat memuaskan,” ujarnya.
Penerjemah: Donny, Kenzu
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026