Mayoritas laptop gaming murah memiliki banyak kesamaan. Umumnya ketebalannya antara 0,8 hingga 1 inci dan cenderung dibekali perangkat keras kemampuan gaming yang sangat dasar. Berikut beberapa spesifikasi kunci yang perlu diperhatikan:
Layar: Layar 15 atau 16 inci. Tergantung aspek rasio, biasanya layar dasar dengan resolusi standar 1920 x 1080 atau 1920 x 1200. Panel beresolusi lebih tinggi tidak akan ditemukan pada laptop gaming di bawah $1.000. Perhatikan juga refresh rate. Standarnya adalah 144 Hz, namun semakin tinggi semakin baik untuk mengurangi motion blur dan animasi yang lebih mulus. Sementara OLED dan mini-LED lebih umum di laptop gaming high-end, semua opsi berorientasi budget masih menggunakan LED IPS.
CPU: Prosesor terbaru dari Intel dan AMD tersedia di segmen ini. Di kelas budget, perbedaannya tidak se-signifikan pilihan high-end. Untuk AMD, biasanya Ryzen 5 220 atau Ryzen 7 250. Chip gaming terbaru Intel dalam kisaran harga ini adalah Intel Core Ultra 5 225H atau Core Ultra 7 240H. Meski Intel telah mengumumkan chip generasi berikutnya, Seri Core Ultra 3, namun belum tersedia di pasaran.
GPU: Saat ini kita berada di era kartu grafis Nvidia seri RTX 50, yang dirilis awal tahun 2025. Pada laptop gaming di bawah $1.000, pilihan terbatas pada RTX 5050 atau 5060. Kemungkinan besar belum akan diganti hingga setidaknya 2027, jadi masih aman untuk membelinya saat ini.
Memori: Setidaknya dibutuhkan RAM 16 GB, dan itu biasanya yang tersedia di laptop gaming budget. Banyak model memungkinkan upgrade RAM mandiri nantinya, meski dengan harga memori mandiri saat ini, konfigurasi awal 32 GB bisa menjadi pertimbangan baik.
Penyimpanan: Laptop gaming umumnya dimulai dari 512 GB, yang cukup untuk kebanyakan pengguna. Namun, upgrade ke 1 terabyte adalah ide bagus, baik dikonfigurasi sejak awal ataupun dilakukan mandiri kelak. Game selalu bisa disimpan di hard drive eksternal, namun mengingat ukuran game masa kini, semakin besar penyimpanan internal tentu semakin baik.