Para CEO di Davos Berbeda Pendapat soal Tingkat Keparahan PHK Akibat AI

Topik AI sangat banyak dibicarakan di Davos, Swiss, minggu lalu. Banyak pemimpin dunia dari berbagai sektor datang untuk pertemuan World Economic Forum. Saya ikut para editor Fortune dan tim di Davos, menghadiri panel dan banyak percakapan serta rapat dengan CEO-CEO global.

Dari banyak pertemuan saya dengan para eksekutif senior di sana, ada dua tema utama yang jelas:

Beralih dari efisiensi ke pertumbuhan. Jika tahun lalu adalah tahun efisiensi dan penghematan biaya karena AI, tahun ini akan jadi tahun pertumbuhan karena AI. CEO-CEO sekarang ingin dapat nilai dan keuntungan dari penerapan AI, bukan cuma mengurangi pekerja.

Masa depan pekerjaan tidak pasti. Tentang pengurangan pekerjaan, pendapatnya beragam. Ada yang bilang semua pekerjaan akan diganti, ada juga yang bilang justru akan tumbuh lapangan kerja baru dalam sepuluh tahun ke depan.

Beberapa pendapat menarik yang saya dengar minggu ini:

CEO Anthropic, Dario Amodei, dengan terus terang bilang AI akan gantikan banyak pekerjaan. Dia contohkan, pekerjaan insinyur perangkat lunak bisa menjadi usang dalam 6 sampai 12 bulan.

Seorang CEO startup AI "unicorn" bilang pada saya, AI justru akan ciptakan lebih banyak lapangan kerja daripada yang digantikan. Dia juga rasa jumlah miliarder akan melonjak karena AI. Seperti internet yang bikin lebih banyak pengusaha jadi jutawan, AI akan bikin lebih banyak orang jadi miliarder.

Seorang eksekutif Big Tech yakin bahwa meski AI awalnya akan membantu pekerja, jangan salah: AI adalah "pengganti" manusia. Dia rasa hampir setiap pekerjaan bisa hilang satu per satu seiring membaiknya AI. Dia setuju dengan Amodei bahwa banyak insinyur sudah berhenti menulis kode, dan pekerja call center serta dukungan pelanggan sudah menuju ketidakrelevanan.

MEMBACA  Sebagai CEO teknologi, saya meminta magang perempuan yang beragam untuk mengekspos bias dalam AI chatbot kami. Ini yang terjadi selanjutnya.

Seorang CEO tech Asia yang lebih optimis pikir akan ada kurva pekerjaan berbentuk V. Akan ada penurunan tajem dalam beberapa tahun ke depan, lalu naik tajam saat AI ciptakan lebih banyak pekerjaan. Dia juga bilang berencana pertahankan jumlah karyawan, tetapi alihkan mereka ke peran baru saat AI gantikan fungsi pekerjaan tertentu.

CEO ServiceNow, Bill McDermott, bilang pada saya dia beberapa tahun lalu berjanji tidak akan PHK karyawan. Walaupun perusahaannya yang kini punya 30.000 orang sudah pakai AI agen untuk gantikan beberapa fungsi pekerjaan. ("Saya bilang ke tim, saya hanya mau yang terbaik," katanya tentang perekrutan. "Kalau mereka dengar saya, kenapa harus buang orang terbaik?") Contohnya, departemen IT-nya sekarang pakai AI agen. Orang yang dulu kerja di departemen itu sekarang jadi manajer untuk agen AI atau dialihkan ke peran lain lewat ServiceNow University, program pelatihan ulang internal. "Kami angkat mereka, dan kami alihkan mereka," kata McDermott.

David Sacks, pejabat AI dan crypto untuk pemerintahan Trump dan venture capitalist, rasa kekhawatiran tentang penggantian pekerjaan sangat berlebihan dibandingkan angka pekerjaan saat ini. Dia khawatir pesimisme Amerika terhadap AI bisa hambat AS menang dalam perlombaan AI dengan Tiongkok, yang lebih optimis. CEO Toptal, Taso Du Val, yang mengawasi jaringan freelancer global, bilang dia saat ini lihat permintaan pekerjaan justru naik di banyak bidang, bukan menyusut.

Meski ada perbedaan, satu tema umum tetap: Waktu untuk transformasi AI global akan datang cepat. Dengan kedatangan AI, komputasi kuantum, kendaraan otonom, dan kemajuan robot humanoid, dunia akan terlihat sangat berbeda dalam satu dekade. Tapi itu belum tentu buruk. Bahkan para pekerja yang paling pesimis pun optimis tentang masa depan AI, asalkan kita buat pengamanan dan parameter keselamatan yang tepat.

MEMBACA  Mantan Insinyur Airbnb Kumpulkan Dana $25 Juta untuk Platform Keamanan AI Teleskope

Bergabunglah dengan kami di **Fortune Workplace Innovation Summit** tanggal 19–20 Mei 2026 di Atlanta. Era baru inovasi tempat kerja sudah datang—dan aturan lama sedang ditulis ulang. Di acara eksklusif dan penuh energi ini, para pemimpin paling inovatif di dunia akan berkumpul untuk jelajahi bagaimana AI, kemanusiaan, dan strategi bersatu untuk mendefinisikan ulang masa depan pekerjaan. Daftar sekarang.

Tinggalkan komentar