Tantangan Terbesar AI: Kepemimpinan, Bukan Inovasi

Mengidentifikasi tren dan teknologi masa depan tetap menjadi pertanyaan yang sangat berharga, ujar Raffaella Cornaggia, CEO Kering Beauté, di Fortune CEO Forum. Setiap tahun, forum ini mengumpulkan pemimpin bisnis paling berpengaruh di Eropa sebagai platform terpercaya untuk bertukar wawasan dan mendiskusikan prioritas serta tantangan bersama.

Cornaggia mencatat bahwa platform seperti TikTok menyediakan data langsung yang bisa digunakan bisnis untuk mengidentifikasi perubahan selera konsumen. Algoritma TikTok menampilkan konten berdasarkan perilaku pengguna, menjadikannya mesin penemuan yang kuat dimana orang sering "tidak sengaja" menemukan merek atau produk baru. Kuncinya adalah melacak bagaimana tren diterima di berbagai wilayah dan komunitas. Dengan mengidentifikasi pola ini lebih awal, perusahaan dapat menentukan tren mana yang paling mungkin berkembang secara global.

Dari kiri: Raffaella Cornaggia (CEO Kering Beauté) dan Nicola Rosin (CEO Colnago) di Fortune CEO Forum 2025.

Ke depan, para pemimpin optimis tentang dampak AI pada pekerjaan. Dave McCann dari IBM Consulting EMEA menyatakan bahwa peningkatan produktivitas yang nyata akan datang dari bagaimana organisasi menyatukan manusia dan teknologi. "Saya melihat evolusi serupa dari tidak memiliki komputer lalu memilikinya," setuju Jose La Loggia dari Trane Technologies. Fokus kini bergeser kepada hasil ROI yang nyata. Laporan Gartner memperkirakan pengeluaran untuk infrastruktur software AI akan mencapai hampir $230 miliar tahun ini. Dewan perusahaan kini semakin menuntut hasil yang konkret.

Kepemimpinan yang efektif di era AI memerlukan pandangan jangka panjang untuk warisan yang kita ciptakan bagi generasi mendatang. Parminder Kohli dari Shell U.K. mengamati bahwa tantangan sebenarnya adalah memastikan generasi berikutnya memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi mereka. Ini bukan tantangan teknologi, tetapi kepemimpinan: Para pemimpin harus menyelaraskan tim, menghilangkan hambatan organisasi, dan "menyambung ulang" perusahaannya agar karyawan bisa sukses. Itu berarti berinvestasi dalam pelatihan dan mendorong manajer untuk menggunakan alat baru. Seperti ditunjukkan McCann, budaya hanya akan berevolusi jika para pemimpin mulai bertindak hari ini.

MEMBACA  iQIYI Luncurkan "The Blooming Journey" Musim 2, Kokohkan Kepemimpinan dalam IP Musiman dan Narasi Bertema Perempuan

Bergabunglah dengan kami di Fortune Workplace Innovation Summit pada 19–20 Mei 2026 di Atlanta. Era baru inovasi tempat kerja telah tiba. Pada acara eksklusif ini, para pemimpin paling inovatif akan berkumpul untuk mengeksplorasi bagaimana AI, kemanusiaan, dan strategi bersatu untuk mendefinisikan ulang masa depan pekerjaan. Daftar sekarang.

Tinggalkan komentar