Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina ‘Tersisa Satu Isu’, Kata Utusan AS Witkoff

Pengumuman ini muncul sebelum pertemuan antara Presiden AS Trump dan rekannya dari Ukraina, Zelenskyy, di Davos.

Utusan Amerika Serikat Steve Witkoff menyatakan bahwa "kemajuan pesat" telah dicapai dalam pembicaraan perdamaian Rusia-Ukraina dan bahwa negosiasi telah menyisakan satu isu terakhir, seiring kedatangan Volodymyr Zelenskyy di Swiss untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.

“Saya kira kita telah menyempitkannya ke satu isu, dan kita telah mendiskusikan berbagai iterasi dari isu tersebut, yang berarti hal itu dapat dipecahkan,” kata Witkoff di hadapan audiens di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di kota Davos, Swiss, pada Kamis.

“Jika kedua belah pihak ingin menyelesaikan ini, kita akan bisa menyelesaikannya,” ujarnya.

Utusan AS itu mengatakan ia akan menuju ke ibu kota Rusia, Moskow, pada hari yang sama, didampingi menantu Trump, Jared Kushner.

Witkoff menyatakan mereka berdua tidak akan menginap di Moskow, melainkan terbang ke Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, tempat pembicaraan akan dilanjutkan dalam kelompok kerja "militer ke militer".

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskow menghargai upaya diplomatik Witkoff untuk mengakhiri perang, namun menolak berkomentar tentang optimismenya yang menyatakan bahwa kesepakatan sudah dekat. Awal pekan ini, Kremlin menyatakan Presiden Vladimir Putin akan bertemu Witkoff selama kunjungan tersebut.

Sementara itu, Trump dan Zelenskyy dijadwalkan bertemu pada pukul 12:00 GMT pada Kamis. Juru bicara Zelenskyy, Sergii Nykyforov, memberitahu wartawan bahwa presiden telah tiba di Davos dan dijadwalkan berpidato di WEF usai bertemu Trump.

Zelenskyy mengatakan awal pekan ini bahwa ia hanya akan bepergian ke Davos jika ada kesempatan untuk menandatangani perjanjian dengan Trump mengenai penyelesaian perang yang telah berlangsung hampir empat tahun, yang mencakup jaminan keamanan dan pendanaan rekonstruksi pascaperang untuk Ukraina.

MEMBACA  Jumlah korban tewas dalam ledakan tangki gas Nigeria naik menjadi 98

‘Fokuskan pandangan kita pada bola Ukraina’

Meski tidak jelas apa titik tersulit terakhir yang tersisa, Zelenskyy pada Desember lalu menyatakan dua isu utama adalah nasib jangka panjang wilayah yang diduduki Rusia serta area yang masih di bawah kendali Kyiv yang dituntut Moskow, dan siapa yang mendapatkan kendali atas pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang diduduki Rusia di selatan Ukraina.

Trump mengulangi klaimnya pada Rabu bahwa Putin dan Zelenskyy hampir mencapai kesepakatan. “Saya percaya mereka sekarang berada pada titik di mana mereka bisa bersatu dan menyelesaikan kesepakatan. Dan jika tidak, mereka bodoh – itu berlaku untuk keduanya,” katanya usai menyampaikan pidato dalam pertemuan tahunan elit global.

AS telah mengadakan pembicaraan terpisah dengan Rusia, Ukraina, dan pemimpin Eropa mengenai berbagai draff rencana untuk mengakhiri perang, namun belum ada kesepakatan yang tercapai meski Trump berulang kali berjanji untuk meraihnya.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte memuji upaya Trump untuk mengakhiri perang, namun mengatakan Ukraina masih membutuhkan bantuan militer karena terus menerima serangan misil dan drone Rusia.

“Apa yang kita perlukan adalah menjaga fokus kita pada Ukraina. Jangan sampai kita kehilangan fokus itu. Dan itu berarti. Ya, bagus, perundingan damai. Fantastis. Kita akan lakukan segalanya untuk menyimpulkannya dengan sukses, tetapi itu tidak akan terjadi besok,” katanya.

Pembicaraan ini berlangsung saat serangan Rusia pekan ini membuat sebagian besar ibu kota Ukraina tanpa listrik, dengan penghuni 3.000 gedung di Kyiv tidak mendapat pemanas di suhu bawah nol.

Gubernur Odesa Oleh Kiper mengatakan serangan drone Rusia semalam menghantam sebuah bangunan tempat tinggal, menewaskan seorang remaja 17 tahun.

Tinggalkan komentar