Indonesia Serukan Integrasi Digital untuk Tingkatkan Daya Saing ASEAN

Jakarta (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Meutya Hafid, menyatakan bahwa integrasi digital merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing ASEAN di tengah persaingan global.

Pada World Economic Forum (WEF) hari Selasa, Hafid menyebutkan bahwa Indonesia mendorong terciptanya ekosistem ekonomi digital regional yang terhubung, terpercaya, dan berkelanjutan.

Upaya ini termasuk memperkuat sistem pembayaran lintas batas, seperti QRIS, serta mempercepat Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (DEFA).

“QRIS telah terhubung dengan beberapa mitra regional, termasuk Singapura, Malaysia, dan Thailand. Hal ini membantu mengurangi hambatan, menurunkan biaya, dan memperluas akses ke pasar regional. Secara lebih luas, digitalisasi juga mendorong peningkatan produktivitas,” ujarnya, seperti dikutip dalam siaran pers pada Rabu.

Hafid mencatat bahwa ASEAN berada pada momen strategis untuk bergerak melampaui integrasi parsial menuju ekosistem digital regional yang sepenuhnya interoperabel dan berdaulat.

Menurut pandangannya, DEFA menyediakan platform untuk menyelaraskan standar, memungkinkan layanan digital lintas batas, mengurangi fragmentasi, dan memberikan kepastian regulasi bagi bisnis di seluruh kawasan.

“ASEAN memiliki Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital, yang menandakan bahwa ASEAN berkomitmen untuk membangun integrasi digital, bukan sekadar menjadi pengikut,” katanya.

Berita terkait: Membuka perdagangan digital ASEAN dengan identitas bisnis digital

Berita terkait: Indonesia dorong percepatan penyelesaian negosiasi DEFA ASEAN

Penerjemah: Pamela Sakina, Kuntum Khaira
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Ustaz Yusuf Mansur Kembali Viral karena Tawaran Jasa Doa Online "Langsung Tembus Langit"

Tinggalkan komentar