Curah Hujan Menyebar di Pulau Jawa Hari Ini

Kamis, 22 Januari 2026 – 07:46 WIB

Jakarta, VIVA – Beberapa kota besar di Indonesia berpotensi ditutupi awan mendung sampai diguyur hujan dengan intensitas ringan sampai deras pada hari ini, menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga :
BMKG: Pantura Jateng Siaga Hujan Lebat hingga 31 Januari 2026

Dalam peringatan dini dari BMKG, untuk wilayah Sumatera, kota besar yang berpotensi hujan ringan hingga sedang adalah Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung.
"Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Jambi, dan Tanjung Pinang diperkirakan akan berawan," kata Prakirawan BMKG Lintang Alya.

Baca Juga :
BMKG: Hujan Ekstrem Berpotensi Landa Jawa Barat dan Sejumlah Daerah

Di Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang berpotensi merata terjadi di Banten, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Sementara di Kalimantan, kota seperti Palangka Raya, Tanjung Selor, Pontianak, dan Banjarmasin diprakirakan berawan. Hanya Samarinda yang berpotensi hujan ringan.

Baca Juga :
BMKG Ungkap Ada Awan Cumulonimbus saat Pesawat ATR 42-500 Jatuh

"Untuk Bali, Mataram, dan Kupang berpotensi diguyur hujan ringan," tambahnya.
Di Pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Mamuju, Manado, Makassar, Kendari, dan Palu. Sementara Gorontalo diperkirakakan berawan.

Di wilayah Timur, kota seperti Sorong, Manokwari, Ambon, dan Nabire diprakirakan berawan tebal. Sementara Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke diperkirakan akan mengalami hujan ringan hingga sedang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia.
Berdasarkan analisis terbaru, wilayah yang meliputi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, sampai Nusa Tenggara diperkirakan mengalami peningkatan intensitas hujan menjelang akhir Januari 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa gangguan atmosfer yang terjadi saat ini memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan. Kondisi ini bisa memicu potensi banjir, tanah longsor, dan gangguan transportasi.
“Kami minta masyarakat tetap tenang tapi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem akhir Januari ini,” ujarnya.

MEMBACA  Kantor Hukum Grabar Menyelidiki Klaim atas Nama Pemegang Saham Jangka Panjang Saat Ini Expensify, Inc. (EXFY) Oleh Investing.com

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan ada beberapa faktor teknis yang mempengaruhi kondisi cuaca minggu depan.
Faktor tersebut termasuk adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa. (ant)

Tinggalkan komentar