Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menekankan komitmen Indonesia untuk memperluas kerjasama pendidikan dengan 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, khususnya di bidang kedokteran serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Berbicara dalam Roundtable Pendidikan UK–Indonesia di London, pada Selasa, presiden menyoroti peluang kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia di hadapan 30 profesor.
“Presiden Prabowo menekankan komitmen pemerintah untuk masa depan anak-anak Indonesia,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam pernyataan yang dirilis Rabu.
Di antara institusi yang hadir adalah King’s College London, Imperial College London, University of Oxford, University of Cambridge, University of Edinburgh, London School of Economics, dan Queen Mary University.
Prabowo menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia bertujuan memperkuat kerjasama dengan universitas-universitas Inggris, termasuk kemungkinan mendirikan kampus *offshore* di Indonesia.
Pemerintahannya, tambah dia, memprioritaskan inisiatif untuk mengirim lebih banyak pelajar Indonesia ke luar negeri sembari meningkatkan kapasitas kedokteran dan STEM di universitas dalam negeri.
Sebagai bagian dari agenda ini, Indonesia berencana mendirikan 10 universitas baru yang berspesialisasi di bidang kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi, dengan penerimaan mahasiswa baru diperkirakan dimulai pada 2028.
Inisiatif ini dirancang untuk mengatasi kekurangan dokter dan tenaga kesehatan di negara kita.
Saat ini, Indonesia menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahunnya, suatu angka yang menurut Prabowo harus ditingkatkan mengingat banyaknya praktisi yang mendekati masa pensiun.
Ia mengulangi bahwa kemitraan dengan universitas-universitas terkemuka Inggris—banyak di antaranya sudah bekerja sama dengan kampus di Indonesia—sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kesehatan di tanah air.
Penerjemah: Andi/Galih, Tegar Nurfitra
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026