Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat dewasa ini, pola interaksi antarmanusia turut mengalami transformasi cukup signifikan. Kemunculan berbagai platform digital, ironisnya, justru kerap dikaitkan dengan meningkatnya rasa kesepian dan berkurangnya kedekatan secara emosional. Padahal, jika dimanfaatkan dengan bijaksana, sarana-sarana ini sejatinya dapat mempererat hubungan kita, memungkinkan kita terhubung dengan kolega atau sanak famili yang secara geografis berjauhan. Kunci utamanya terletak pada kesadaran untuk menggunakan teknologi sebagai pelengkap—bukan pengganti—interaksi tatap muka yang hangat dan autentik.