Pemerintah Suriah dan Pasukan Kurdi SDF Setujui Gencatan Senjata Empat Hari

loading…

Warga Raqqa turun ke jalan untuk merayakan pembebasan kota dari YPG, yang beroperasi dengan nama SDF, di Suriah, pada 18 Januari 2026. Foto/Abdulfettah Hüseyin/Anadolu Agency

DAMASKUS – Pemerintah Suriah udah mengumumkan gencatan senjata selama empat hari sama Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi. Ini terjadi setelah tentara terus merebut wilayah di timur laut negara itu, setelah ada kemajuan yang sangat cepat.

Tentara Suriah umumkan gencatan senjata itu, yang mulai berlaku jam 20.00 (17:00 GMT) pada hari Selasa kemaren.

Mereka juga bilang minta SDF untuk kasih nama kandidat buat peran asisten menteri pertahanan di Damaskus. Ini sebagai bagian dari usaha buat mengintegrasikan orang Kurdi ke dalam negara Suriah.

SDF konfirmasi kalo mereka udah terima tawaran gencatan senjata dan mengatakan mereka gak akan ikut dalam aksi militer apapun kecuali kalo diserang dulu.

“Kami juga nenegaskan lagi keterbukaan kami terhadap jalur politik, solusi yang lewat negosiasi, dan dialog. Kami juga siap buat lanjutin implementasi perjanjian tanggal 18 Januari dengan cara yang bantu de-eskalasi dan stabilitas,” kata SDF dalam pernyataanya.

Tapi, gak lama setelah gencatan senjata berlaku, SDF klaim kalo kelompok-kelompok yang bersekutu sama pemerintah Suriah malah lanjut serang. Mereka sebut serangan itu, "menggunakan senjata berat", terjadi di desa Tal Baroud, sepanjang jalan Abyad, selatan Hasakah.

MEMBACA  Trump berjanji untuk melanjutkan dengan tarif 25% terhadap Kanada, Meksiko mulai Sabtu | Bisnis dan Ekonomi

Tinggalkan komentar