Rabu, 21 Januari 2026 – 06:30 WIB
Jakarta, VIVA – Vicky Prasetyo memberikan pesan pedas untuk Insanul Fahmi yang sedang dalam polemik pernikahan siri dan poligami. Vicky menekankan bahwa kesalahan paling besar bukan cuma terlihat buruk di publik, tapi ketika agama dipakai buat ngelindungin nafsu pribadi.
Baca Juga :
Ini Kata Vicky Prasetyo soal Kasus Pernikahan Siri dan Poligami Insanul Fahmi
Dalam pernyataannya, dia ngasih pesan tajam itu, yang menurutnya lebih baik terlihat jelek sekalian daripada bikin agama jadi tameng dari syahwat. Scroll ke bawah buat baca artikel lengkapnya.
Baca Juga :
Gebrakan Baru! Vicky Prasetyo Resmi Jadi Ketua Umum Organisasi di 34 Provinsi
“Lebih baik kamu terlihat buruk sekalian, tapi jangan pernah jadikan agama itu tameng buat syahwat. Itu paling nggak boleh,” tegas Vicky yang dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Rabu, 21 Januari 2026.
Pernyataan itu jadi pembuka untuk refleksi panjang Vicky Prasetyo, yang dikenal publik sebagai figur dengan masa lalu penuh kontroversi. Dia nenegaskan bahwa dia berbicara bukan untuk menggurui, tapi sebagai orang yang pernah bikin banyak kesalahan serupa.
Baca Juga :
Wow! Diam-diam Vicky Prasetyo Bangun 23 Villa Mewah di Kawasan Wisata Wonosobo
“Saya cerita bukan karena saya lebih baik, saya lebih suci, tapi saya cerita karena memang apa yang dulu saya lakuin dan banyak kesalahan yang saya perbuat. Jadi ya, tadi saya bilang, yang hebat itu tadi, kesalahan terbesar seorang pria itu mengajak makan seorang wanita di meja yang sama padahal dia belum pernah ngerasain kelaparan bareng,” kata Vicky.
Menurut Vicky, banyak pria terlalu gampang ganti-ganti peran perempuan dalam hidupnya tanpa ngerti luka dan dampak emosional yang ditinggalin. Dia nilai sikap itu malah bikin masalah baru yang lebih rumit.
Nggak cuma itu, Vicky juga soroti gaya hidup anak muda yang sering salah paham dalam artiin istilah “petualang cinta”.
“Makanya kalian ya para generasi gen z, milenial atau apapun sebutannya, jangan pernah sebut diri kalian petualang cinta kalau belum kencan sama tujuh negara dalam satu malam, gitu loh,” ujarnya.
Dia sindir fenomena pria yang tampil sebagai “bad boy instan”, tapi masih tergantung pada privilege orang tua dan cara-cara lama dalam jalin hubungan. Menurutnya, cara-cara kayak gitu sudah nggak relevan sama peradaban yang makin dewasa dan sehat.
Halaman Selanjutnya
Menariknya, Vicky justru ungkap penyesalan paling dalam dalam hidupnya. Dia akui, kalo waktu bisa diputer ulang, dia milih setia cinta satu orang sampai akhir hayat.