Istri Wakil Presiden Usha Vance Umumkan Kehamilan Anak Keempat

Usha Vance, istri Wakil Presiden JD Vance, mengumumkan bahwa ia tengah mengandung anak keempat mereka.

Melalui sebuah unggahan di X, istri wakil presiden tersebut menyatakan bahwa ia berharap dapat menyambut kelahiran seorang putra pada akhir Juli mendatang.

“Usha dan bayi dalam kondisi yang baik,” demikian bunyi pernyataan yang diposting pada hari Selasa di akun media sosial istri wakil presiden.

Vance dan istrinya, Usha (40), telah memiliki tiga anak: Ewan, Vivek, dan Mirabel.

Usha Vance (nama maiden Chilukuri) lahir dan dibesarkan di suburb San Diego, California, yang didominasi kelas pekerja. Ayahnya seorang insinyur mesin, sementara ibunya, seorang ahli biologi molekuler, berimigrasi ke AS dari Andhra Pradesh, India.

Ia pertama kali bertemu JD Vance sebagai sesama mahasiswa di Yale Law School pada 2010, ketika mereka mengikuti kelompok diskusi mengenai “kemerosotan sosial di kalangan masyarakat kulit putih Amerika.”

Sebelum menjabat sebagai istri wakil presiden, Usha Vance berkarier di bidang hukum, termasuk sebagai pengacara litigasi korporat di firma Munger, Tolles & Olson di San Fransisco. Ia juga pernah bekerja untuk hakim-hakim konservatif, yakni Ketua Mahkamah Agung John Roberts dan hakim banding Brett Kavanaugh, sebelum Kavanaugh diangkat oleh Trump ke Mahkamah Agung.

Usha Vance merupakan istri wakil presiden pertama yang melahirkan selama mendampingi suaminya menjabat, meskipun beberapa ibu negara sebelumnya telah lebih dulu memiliki anak saat suami mereka berkuasa.

Ibu Negara Frances Cleveland, istri Presiden Grover Cleveland, melahirkan putri mereka, Esther, di Gedung Putih pada 1893, disusul oleh anak kedua, Marion, yang lahir di luar Gedung Putih.

JD Vance termasuk salah satu anggota pemerintahan Trump yang paling vokal menyerukan peningkatan angka kelahiran di Amerika Serikat.

MEMBACA  Pemilik Politico memuji JD Vance atas 'pesan yang menginspirasi'

“Izinkan saya menyatakan dengan sederhana: Saya menginginkan lebih banyak bayi di Amerika Serikat,” ujarnya pada tahun 2025.

Tinggalkan komentar