Prabowo dan Starmer Soroti Kerja Sama Maritim dan Pendidikan di London

Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer membahas kerjasama baru di bidang kemaritiman dan pendidikan selama pembicaraan di London pada hari Selasa. Hal ini dilakukan karena Jakarta dan London berupaya memperdalam hubungan strategis di sektor-sektor yang dianggap vital bagi kedua negara.

Berbicara di 10 Downing Street, tempat pertemuan diadakan di lantai dua kantor perdana menteri Inggris, Prabowo menyambut baik rencana perjanjian tersebut. Ia mengatakan kedua bidang tersebut memiliki kepentingan strategis yang tinggi bagi Indonesia maupun Inggris.

Kerja sama kemaritiman yang akan disepakati mencakup penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pembangunan kapal penangkap ikan untuk nelayan Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas domestik dan mendukung masyarakat pesisir.

Dalam bidang pendidikan, Indonesia bersiap menyepakati kemitraan dengan Russell Group, sebuah konsorsium dari 24 universitas terkemuka Inggris. Ini bertujuan untuk memperluas kolaborasi akademik dan akses ke institusi-institusi terbaik.

Di sisi lain, Starmer menyatakan kepuasannya atas hubungan dekat dan kerja sama yang telah berkembang antara kedua negara, menurut para pejabat yang hadir dalam pertemuan itu.

Beberapa menteri Indonesia mendampingi Prabowo dalam pembicaraan tersebut. Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Pengembangan Hilir Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dalam briefing terpisah di Jakarta pada Senin, Sekretaris Negara dan Juru Bicara Presiden Prasetyo Hadi mengatakan, perjanjian kapal ikan dirancang untuk membantu nelayan, merangsang ekonomi lokal, dan menjaga kekayaan laut Indonesia untuk kepentingan nasional.

Dia mencatat bahwa sekitar dua per tiga wilayah Indonesia terdiri dari laut, sehingga menciptakan permintaan setidaknya puluhan ribu kapal penangkap ikan.

MEMBACA  Bayar Rp 32 Juta untuk Berlayar ke Indonesia

“Kami terbuka untuk kerja sama dengan siapa pun, di dalam maupun luar negeri, untuk memperluas armada kapal penangkapan ikan kami,” kata Prasetyo kepada wartawan.

Mengenai kemitraan pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengatakan Prabowo telah menginstruksikan timnya untuk hanya fokus pada universitas-universitas teratas di Inggris.

“Saya sendiri telah mempersiapkan kemitraan dengan Russell Group. Kelompok ini mewakili 24 universitas paling elit di Inggris,” ujar Stella di Jakarta pekan lalu.

Dia menambahkan bahwa presiden menginginkan Indonesia berkolaborasi secara eksklusif dengan institusi kelas dunia, daripada menjalin kemitraan dengan universitas yang kurang terkenal.

Penerjemah: Genta Tenri/Galih Pradipta, Resinta S
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar