Tim Penyelamat Temukan Jenazah Kedua di Lokasi Kecelakaan ATR 42-500 di Sulawesi Selatan

Makassar, Sulawesi Selatan (ANTARA) – Tim pencari dan penyelamat (SAR) Indonesia pada hari Selasa berhasil menemukan satu jenazah lagi dari lokasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Kepala Basarnas Makassar dan koordinator misi, Muhammad Anwar Arif, menyatakan jenazah yang diduga perempuan itu dievakuasi dari jurang sedalam kira-kira 350 meter di medan yang sangat sulit.

Dia menjelaskan, evakuasi dilakukan oleh sembilan unit SAR, termasuk tim darat dan tim vertikal, yang beroperasi dalam kondisi penuh tantangan.

“Evakuasi dilakukan secara bertahap dan dengan sangat hati-hati karena lembah yang curam, tebing terjal, dan jarak pandang terbatas akibat hujan serta kabut,” kata Arif.

Dia menambahkan, para penolong bekerja dari lembah hingga puncak gunung memakai peralatan khusus. Jenazah sedang dibawa ke Pos Komando Tompobulu sebelum diserahkan ke tim Identifikasi Korban Bencana (DVI).

Menurut Arif, operasi SAR melibatkan 1.075 personel dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan tim medis.

Operasi ini didukung aset darat dan udara, termasuk helikopter, pesawat pengintai, dan drone termal, untuk mempercepat pencarian korban yang masih hilang.

Misi SAR masih berlanjut dan akan terus disesuaikan dengan kondisi lapangan serta perkembangan cuaca.

Sebelumnya, satu jenazah telah dievakuasi dan dibawa ke Unit DVI Polda Sulsel di Makassar untuk diidentifikasi.

Hingga saat ini, dua jenazah — satu laki-laki dan satu perempuan — telah ditemukan dari lokasi kecelakaan. Identitas mereka belum dapat dipastikan.

Pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang saat mencoba mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin pada hari Sabtu.

Pesawat itu terbang dari Yogyakarta dengan 10 orang di dalamnya: tujuh awak kabin dan tiga penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan — Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal.

MEMBACA  Kembang Api Tim yang Mengerikan: Kembang Api Malam yang Sunyi Sedang Datang

Awak pesawat terdiri dari pilot Kapten Andi Dahananto, kopilot Muhammad Farhan Gunawan, serta pramugari/pramugara Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita.

Tim penyelamat telah menemukan beberapa serpihan pesawat dan dua jenazah, meski pihak berwajib belum mengonfirmasi identitas mereka.

Berita terkait: Awan Cb tebal terpantau saat upaya pendaratan ATR 42-500: Indonesia

Berita terkait: Penyelamat Indonesia temukan barang pribadi di lokasi jatuhnya ATR 42-500

Penerjemah: M Darwin Fatir, Resinta Sulistiyandari
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar