Program Kredit UMKM Indonesia Tercairkan Rp270 Triliun pada 2025

Jakarta (ANTARA) – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia, Maman Abdurrahman, mengumumkan bahwa penyaluran dana melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp270 triliun pada tahun 2025.

Angka ini setara dengan 96 persen dari target Rp280 triliun.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, Abdurrahman menyebut program ini telah mendukung 4,58 juta penerima, termasuk 2,7 juta debitur baru, melebihi target sebesar 117 persen.

Dia menambahkan, Kementeriannya juga melebihi target untuk “debitur yang naik kelas”—yaitu pengusaha yang berkembang ke kategori usaha lebih tinggi—dengan capaian 131 persen dari target.

Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan dampak program KUR terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai 7,7 hingga 11,6 juta lapangan kerja, dimana setiap penerima KUR biasanya mempekerjakan dua hingga tiga orang.

Abdurrahman menekankan bahwa tahun 2025 merupakan tahun bersejarah bagi KUR, karena alokasi ke sektor produktif mencapai 60,7 persen (Rp163 triliun), untuk pertama kalinya melampaui patokan pemerintah sebesar 60 persen.

Meski begitu, dia mengingatkan bahwa sebagian besar lapangan kerja yang tercipta masih berada di sektor informal.

“Ini menjadi catatan evaluasi penting bagi kami. Ke depan, kami akan menyusun strategi agar lapangan kerja dari KUR bisa masuk sektor formal, sehingga mendapat jaminan dan perlindungan yang lebih baik,” ujarnya.

Selain pendanaan, Kementerian juga fokus pada upaya mempermudah perizinan usaha dan meningkatkan daya saing melalui sertifikasi.

Pada tahun 2025, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menerbitkan 3 juta Nomor Induk Berusaha (NIB), sementara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memberikan 2,8 juta sertifikat halal.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) juga menyederhanakan proses sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk lebih dari satu juta usaha mikro dan kecil, membantu mereka meningkatkan kualitas produk dan akses pasar.

MEMBACA  DXI 2024 Resmi Dibuka, Kemenparekraf Berharap Olahraga Ekstrem Meningkatkan Pariwisata Indonesia

Abdurrahman menegaskan, meski sertifikasi-sertifikasi ini berada di bawah lembaga lain, Kementeriannya tetap berkomitmen mendukung agar jumlah pelaku usaha yang tersertifikasi terus bertambah.

Reporter: Shofi Ayudiana
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar