Kementerian Imigrasi Galang Dana Rp1,7 Miliar untuk Bencana Sumatra

Tangerang (ANTARA) – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia telah mengumpulkan sekitar Rp1,7 miliar (USD 100.000) untuk mendukung pemulihan pascabencana di tiga provinsi di Sumatra. Dana ini dialokasikan untuk bantuan darurat menyusul banjir dan tanah longsor pada akhir tahun lalu.

Menteri Agus Andrianto, dalam keterangan pers di Tangerang, Banten, pada Selasa, menyatakan uang tersebut dikumpulkan dari kantor imigrasi se-Indonesia dalam rangka Hari Bakti Imigrasi 2026. Dana akan digunakan untuk membantu polisi, militer, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam operasi tanggap darurat yang berlangsung.

“Saya sudah instruksikan tim saya untuk mengonversi dana tersebut menjadi berbagai bentuk bantuan, terutama air bersih, agar dampak pengumpulan dana ini lebih luas,” ujar Andrianto dalam acara Hari Bakti Imigrasi di kampus politeknik kementerian.

Dia mengatakan pengadaan setiap unit atau kiriman air bersih dapat menghabiskan biaya sekitar Rp30 juta, atau sekitar USD 1.700. Dia menekankan perlunya manajemen terpadu untuk memastikan bantuan menjangkau sebanyak mungkin masyarakat.

Andrianto menambahkan, kementerian memutuskan untuk membuat Hari Bakti Imigrasi tahun ini lebih berorientasi pada masyarakat. Mereka memprioritaskan kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi publik di tengah keadaan darurat yang berlanjut pasca banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada November 2025.

Akibatnya, lanjutnya, kementerian membatalkan rencana upacara formal dan lebih fokus pada program sosial. Program ini termasuk donor darah, pembagian 20.000 bibit kelapa, dan penyediaan air bersih bagi warga terdampak.

Berita terkait: Menteri pastikan keadilan dalam penyaluran bantuan bencana

“Kami batalkan rencana kunjungan ke Taman Makam Pahlawan, karena tentara dan polisi sudah melakukannya untuk Hari Kemerdekaan. Untuk menghindari duplikasi dan pengeluaran tidak perlu, kami pilih fokus pada kebutuhan mendesak masyarakat,” kata Andrianto.

MEMBACA  Perpanjang Waktu Operasional hingga Desember, Samsat DKI Jakarta Buka Hingga Hari Sabtu!

Bencana di Sumatra, yang dipicu curah hujan tinggi berkepanjangan, merusak infrastruktur dan mengungsikan puluhan ribu orang menurut data pemerintah. Hal ini memicu respons multi-lembaga yang masih berlangsung hingga berbulan-bulan kemudian.

Direktur Kerja Sama Keimigrasian, Arief Munandar, mengatakan kementerian menyelenggarakan acara Hari Bakti Imigrasi di berbagai lokasi. Fokusnya adalah menyalurkan bantuan langsung ke komunitas lokal, termasuk paket sembako.

Berita terkait: KSP Indonesia salurkan bantuan darurat ke Aceh terdampak banjir

Dia menambahkan, kementerian bertujuan untuk menginstitusionalkan pendekatan berbasis amal dalam perayaan di masa depan. Dengan begitu, pelayanan publik dan tanggap bencana menjadi ciri tetap dalam agenda tahunannya.

Indonesia rentan terhadap banjir dan tanah longsor selama musim hujan. Variabilitas iklim dan degradasi lingkungan sering memperburuk dampak cuaca ekstrem, menurut para pejabat dan ahli.

Pemerintah mendorong instansi pemerintah dan sektor swasta untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan. Hal ini seiring berlanjutnya pemulihan di sebagian wilayah Sumatra dan tingginya risiko bencana lebih lanjut.

Berita terkait: Para menteri inspeksi pasar Aceh dan penyaluran bantuan pasca banjir

Penerjemah: Achmad I, Tegar Nurfitra
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar