BMKG Indonesia Meningkatkan Prediksi Cuaca Berbasis Kecerdasan Buatan

Jakarta (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah meningkatkan layanan prakiraan cuaca jangka pendek dengan menyelesaikan studi kelayakan tentang teknologi kecerdasan buatan (AI).

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan informasi cuaca nasional dan memperkuat ketahanan terhadap kejadian cuaca ekstrem.

Wakil Kepala BMKG bidang Meteorologi Guswanto mengatakan pada Senin bahwa studi ini fokus pada pengembangan sistem *nowcasting* curah hujan berbasis AI.

Sistem ini dirancang untuk memberikan prakiraan jangka pendek yang lebih akurat, mendukung masyarakat umum dan sektor strategis seperti penanggulangan bencana, pertanian, penerbangan, kelautan, dan energi.

“Peningkatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung tetapi juga membangun ketahanan iklim jangka panjang yang menyelamatkan jiwa dan meningkatkan efisiensi ekonomi,” jelas Guswanto.

Studi ini menyoroti potensi sistem Unified Precipitation (UP), yang mengintegrasikan radar BMKG dengan data satelit global.

Pendekatan ini meningkatkan resolusi spasial hingga 0,5 kilometer dan mempercepat pembaruan prakiraan.

Uji coba percontohan di Jakarta dan Jawa Barat menunjukkan kinerja prediksi curah hujan yang lebih kuat untuk hingga tiga jam ke depan—sebuah jangka waktu penting untuk sistem peringatan dini.

Guswanto menekankan bahwa proyek ini non-komersial, dengan BMKG memegang otoritas penuh atas manajemen data, validasi ilmiah, dan diseminasi publik.

Mitra teknologi berkontribusi pada inovasi dan pengembangan sistem, tetapi lembaga tetap mengendalikan prosesnya.

Direktur Utama PT EII Muhamad Fitriansyah mencatat bahwa sistem ini sangat berharga untuk pusat perkotaan padat penduduk dan wilayah yang rentan terhadap risiko hidrometeorologi.

Dengan menggabungkan data radar dan satelit, sistem ini menghasilkan prakiraan beresolusi tinggi dan sering diperbarui, meningkatkan responsivitas terhadap cuaca ekstrem.

“Resolusi datanya tidak hanya lebih tinggi, tetapi pembaruannya juga lebih sering, memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap kondisi ekstrem,” kata Fitriansyah.

MEMBACA  Indonesia aktif mempromosikan kendaraan listrik: Kementerian

Penerjemah: Prasetyo, Kenzu
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar