Selasa, 20 Januari 2026 – 07:21 WIB
VIVA – Final Piala Afrika yang seharusnya jadi panggung penutup kejayaan malah meninggalkan luka mendalam buat Brahim Diaz. Bintang Timnas Maroko itu secara terbuka mengakui kondisi mentalnya terguncang setelah gagal mengeksekusi penalti penting yang bisa mengubah hasil pertandingan lawan Senegal.
Baca Juga :
Detik-detik Mencekam Sadio Mane Panggil Pemain Senegal yang Mogok Main
Momen itu terjadi di penghujung laga final yang berlangsung panas dan penuh kontroversi. Maroko tertinggal 0-1 dari Timnas Senegal dalam pertandingan yang diwarnai protes keras, sampe penundaan selama 20 menit.
Pemain Real Madrid tersebut dipercaya jadi eksekutor penalti buat Maroko di menit-menit akhir babak kedua saat skor masih 0-0. Tapi, alih-alih jadi penyelamat, eksekusi Panenka yang dilakukannya ternyata terlalu lemah dan mudah diamankan kiper Senegal, Edouard Mendy. Kesempatan emas itu pun hangus.
Baca Juga :
Kontroversi Final Piala Afrika 2026, Gelar Juara Senegal Terancam Dicabut
Situasi di lapangan makin memanas setelahnya. Senegal sempat cetak gol lewat Abdoulaye Seck di waktu tambahan, tetapi gol itu dianulir wasit Jean-Jacques Ndala karena pelanggaran yang diperdebatkan. Keputusan itu bikin kubu Senegal marah.
Pelatih Senegal, Pape Thiaw, terlihat sangat kecewa dengan keputusan wasit yang memberikan penalti tersebut. Sebelum penalti dilakukan, dia sempat minta pemainnya untuk tinggalkan lapangan sebagai bentuk protes.
Aksi tersebut menyebabkan pertandingan tertunda lumayan lama, sekitar 20 menit. Untungnya Sadio Mane bisa membujuk kawan-kawannya untuk kembali bertanding, laga akhirnya lanjut sampai babak perpanjangan waktu.
Di babak perpanjangan waktu, pemain Senegal, Pape Gueye, mencetak gol kemenangan yang pastikan Singa Teranga keluar sebagai juara Piala Afrika. Gol itu sekaligus akhiri harapan Maroko dan nutup malam yang pahit bagi Diaz.
Sehari setelah final dramatis tersebut, Brahim Diaz sampaikan pernyataan emosional lewat akun Instagram pribadinya. Ia tidak cari pembenaran atas kegagalan itu. Sebaliknya, dia letakkan tanggung jawab sepenuhnya pada dirinya sendiri.
“Jiwaku sakit. Aku mimpiin gelar ini berkat semua cinta yang kalian kasih kepadaku, setiap pesan, setiap dukungan yang buat aku merasa ga sendirian,” tulis Diaz.
Pemain berusia 26 tahun itu tegaskan bahwa ia sudah berjuang sepenuh hati sepanjang turnamen, tapi akui bahwa di momen terpenting ia gagal jalankan tugasnya.
“Kemarin aku gagal dan aku bertanggung jawab penuh. Aku minta maaf dari lubuk hatiku,” lanjutnya.
Halaman Selanjutnya