Jakarta (ANTARA) – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mentargetkan pemulihan layanan kesehatan secara penuh di daerah terdampak bencana di Sumatera pada Maret 2026.
“Target kami berikutnya adalah agar semuanya pulih sepenuhnya pada bulan Maret. Kami telah mendata semua rumah sakit dan puskesmas, beserta kekurangannya yang masih ada,” ujarnya dalam rapat dengan DPR di Jakarta, Senin.
Dia mencatat beberapa fasilitas masih kurang dukungan memadai untuk menjamin kelancaran layanan kesehatan, termasuk ribuan kasur yang rusak akibat lumpur saat banjir.
“Selain itu, semua ambulans rusak saat banjir. Mereka minta ambulans baru, tapi saya tolak,” kata Sadikin.
Sebagai gantinya, menteri itu menghubungi beberapa perusahaan otomotif, seperti Astra, Daihatsu, dan Isuzu, untuk membantu memperbaiki ambulans yang rusak.
“Kendaraan lain belum diperbaiki dan masih rusak, baik milik pemerintah maupun swasta. Untuk ambulans, sekitar 70 sampai 80 persen sudah beroperasi lagi,” tambahnya.
Kemenkes juga menerima donasi untuk memastikan penyediaan segera peralatan medis penting, seperti mesin rontgen.
Di luar fasilitas kesehatan, kementerian mengejar rehabilitasi dan rekonstruksi rumah para tenaga medis dan kesehatan lain yang terdampak bencana.
“Tenaga kesehatan harus melayani masyarakat. Bagaimana bisa bekerja kalau mereka masih sibuk memperbaiki rumahnya?” ujar Sadikin.
Untuk mengatasi ini, kementerian telah mengirimkan daftar sekitar 3.265 rumah tenaga kesehatan yang butuh perbaikan ke BNPB dan Kementerian Dalam Negeri.
“Semoga bisa diprioritaskan. Anggarannya Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk sedang, dan Rp60 juta untuk berat, diberikan sebagai bantuan perumahan,” jelasnya.
Sadikin berharap rumah para tenaga kesehatan bisa diperbaiki sebelum Ramadan atau Idul Fitri agar mereka bisa bekerja optimal dalam melayani masyarakat.
Berita terkait: Pengungsian banjir Sumatera turun jadi 135.696 seiring percepatan pemulihan
Berita terkait: BNPB kerahkan 220 mahasiswa verifikasi kerusakan banjir dan longsor di Aceh
Penerjemah: Mecca Yumna, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026