Adapun Thiaw, konferensi persnya terpaksa dibatalkan usai keributan terjadi di ruang media. Namun dalam sebuah wawancara dengan BeIN Sport, ia mengakui bahwa seharusnya ia tidak memerintahkan timnya untuk meninggalkan lapangan.
“Kami tidak sepakat,” ujarnya. “Saya tak ingin membahas semua insiden itu. Saya meminta maaf atas sepak bola ini.”
“Setelah merenung, saya menyuruh mereka kembali—seseorang bisa bereaksi dalam emosi sesaat. Kami menerima kesalahan wasit.”
“Kami seharusnya tidak melakukannnya, tapi itu sudah terjadi dan kini kami menyampaikan permohonan maaf kepada dunia sepak bola.”
Thiaw, 44 tahun, awalnya murka terhadap wasit Ndala yang membatalkan gol pemain depan Crystal Palace, Ismaila Sarr, yang memaksakan bola masuk dari jarak dekat.
Usahanya dihapus karena pelanggaran yang dilakukan Abdoulaye Seck terhadap Achraf Hakimi dalam proses pembangunannya.
Dan keputusan penalti semakin memperburuk perasaan itu. Beberapa pemain Senegal mengikuti permintaan Thiaw untuk meninggalkan lapangan, sementara sebagian suporter mereka melemparkan benda-benda dan berusaha masuk ke lapangan.
Diaz, yang diganti setelah gol Gueye, terlihat hancur karena Maroko kehilangan peluang untuk meraih gelar Afcon pertama sejak 1976.
Usai pertandingan, Mane berkata, “Sepak bola adalah hal yang istimewa, dunia sedang menonton, jadi kita harus memberikan citra yang baik untuk sepak bola.”
“Menurut saya akan sangat gila jika tidak melanjutkan pertandingan ini hanya karena wasit memberikan penalti dan kita keluar dari permainan? Saya pikir itu akan menjadi hal terburuk, khususnya di sepak bola Afrika. Saya lebih memilih kalah daripada hal semacam ini terjadi pada sepak bola kita.”
“Saya rasa ini sungguh buruk. Sepak bola seharusnya tidak berhenti selama 10 menit, tapi apa yang bisa kita lakukan? Kita harus menerima apa yang kita lakukan, namun hal baiknya adalah kita kembali, kita melanjutkan pertandingan, dan apa yang terjadi ya sudah terjadi.”
Mantan kiper Chelsea, Mendy, yang kini bermain untuk Al-Ahli di Liga Pro Saudi, menegaskan bahwa ia “bangga” dengan cara Senegal—dengan instruksi dari Mane—kembali ke lapangan untuk memenangkan gelar Afcon kedua mereka dalam dekade ini.
“Apa yang kami bicarakan? Itu urusan kami,” kata Mendy. “Kami melakukannya bersama dan kembali bersama, hanya itu yang penting. Kami bisa bangga.”
Pencetak gol kemenangan, Gueye, menambahkan, “Kami merasakan ketidakadilan. Sesaat sebelum penalti, kami pikir kami seharusnya mendapatkan gol, dan wasit tidak memeriksa VAR.”
“Sadio [Mane] menyuruh kami untuk kembali dan kami menyusun ulang semangat. Edouard [Mendy] kemudian melakukan penyelamatan, kami tetap fokus, mencetak gol, dan memenangkan pertandingan.”