Tanggapan Ello Terkait Buku ‘Broken Strings’ Karya Aurelie Moeremans

Senin, 19 Januari 2026 – 07:14 WIB

Jakarta, VIVA – Nama Marcello Tahitoe atau Ello ikut terbawa dalam pembicaraan publik karena ramainya buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Sebagai salah satu mantan pacar Aurelie, Ello tidak lepas dari pertanyaan publik yang ingin tau pandangannya tentang buku memoar yang memicu diskusi itu.

Baca Juga :
Roby Tremonti Ngarep Diundang ke Podcast, Respons Tegas Denny Sumargo Dipuji Aurelie Moeremans

Namun, berbeda dari spekulasi yang beredar, Ello memilih merespon dengan sikap tenang dan singkat. Musisi yang sekarang sudah berkeluarga itu menekankan tidak mau larut dalam polemik. Baginya, masa lalu sudah selesai, dan prioritas utamanya sekarang adalah keluarga kecilnya yaitu istri dan anak-anaknya. Scroll ke bawah untuk baca artikel lengkapnya.

Marcello Tahitoe alias Ello.

Baca Juga :
Banyak Artis Dibully Imbas Broken Strings, Aurelie Moeremans: Pliss Jangan!

“Saya cuma mau bilang selamat atas rilis karya literasinya, luar biasa diterima apresiasinya. Sekarang saya mau pulang ketemu sama istri dan anak saya,” kata Ello seperti dikutip dari tayangan YouTube pada Senin, 19 Januari 2026.

Pernyataan singkat itu menunjukkan posisi Ello yang tidak ingin memperpanjang isu atau memberi komentar yang bisa ditafsirkan lain. Sikapnya malah dapat respon positif dari warganet yang menilai Ello bersikap dewasa dan profesional dalam menyikapi masa lalu.

Baca Juga :
Roby Tremonti Malah Diolok-olok Usai Bikin Klarifikasi, Aurelie Moeremans: Itu Urusan…

Banyak komentar netizen muncul di media sosial, memuji cara Ello merespon situasi ini.

“Gentleman..”
“Gentle…. good answer.”
“Keren lo Ello ,,????????gak penting yg penting anak istri.”
“Sikap nya bagus banget sihh, dia profesional. Itu masa lalu juga. Gak kayak si ono, malah ngajakin konflik.”

MEMBACA  Bagaimana Reaksi Hamas atas Rencana Gaza Trump? Tanggapan Trump Selanjutnya

Sementara itu, buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans sendiri terus jadi bahan pembicaraan. Buku itu bukan cuma catatan perjalanan hidup, tapi juga ruang refleksi pribadi bagi Aurelie untuk berdamai dengan pengalaman masa lalunya. Dia menegaskan karyanya tidak dibuat untuk cari konflik atau sensasi.

“Ceritanya sudah aku simpan di kepala dan hati bertahun-tahun, tapi menulisnya sendiri aku lakukan secara serius dalam beberapa bulan. Aku nulis pelan-pelan, satu per satu, karena aku ingin setiap bagian ditulis dengan jujur dan hati-hati, bukan cuma cepat selesai,” jelas Aurelie saat dihubungi oleh awak media.

Halaman Selanjutnya
Aurelie juga mengungkapkan bahwa awalnya tulisan tersebut bersifat sangat pribadi dan tidak direncanakan untuk dibagikan ke publik.

Tinggalkan komentar