Perebutan Ladang Minyak, Konflik Internal Suriah Kembai Berkobar

loading…

Berebut ladang minyak, perang saudara kembali membara di Suriah. Foto/X/@SyriaRetold

DAMASKUS – Pasukan Suriah sudah mengambil kendali penuh atas kota strategis Tabqa dan bandara militernya di Sungai Eufrat. Ini memperluas serangan cepat mereka di provinsi Raqqa. Sementara itu, pasukan suku yang sekutu dengan pemerintah sekarang sudah berada di dalam kota Raqqa sendiri.

Menteri Informasi Hamza al-Mustafa mengatakan pada Minggu pagi bahwa pasukan pemerintah telah mengamankan Tabqa dan Bendungan Eufrat di dekatnya. Bendungan itu adalah yang terbesar di Suriah, setelah mereka mengusir pejuang yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Sebuah sumber dari dalam pasukan suku sekutu pemerintah mengkonfirmasi ke Al Jazeera bahwa para pejuang telah menguasai gedung keamanan militer di Raqqa. Mereka juga menguasai lingkungan Mashlab dan kawasan Shuaib di kota itu.

Sumber dari Pasukan Suku Suriah juga bilang ke Al Jazeera bahwa daerah-daerah di selatan Hasakah, di timur laut Suriah dari Sur hingga al-Shaddadi, sekarang sudah bebas dari kehadiran SDF. Menurut sumber tersebut, sebagian kota al-Shaddadi juga sudah bersih setelah pejuang SDF mulai mundur.

Katanya, anggota suku-suku Arab sudah membelot dari SDF di al-Shaddadi. Sementara sisa elemen SDF yang lain mundur ke arah Hasakah.

Sumber itu nambahin kalau pos-pos pemeriksaan SDF telah runtuh di seluruh pedesaan timur laut al-Shaddadi. Keruntuhan itu meluas sampai ke daerah al-Hadadiyah di sepanjang jalan menuju Hasakah.

Sumber keamanan Suriah memberitahu Al Jazeera bahwa para pejuang SDF di ladang minyak al-Omar dan al-Tanak di pedesaan Deir Az Zor timur juga sudah mundur.

Pasukan Suriah sekarang telah menguasai ladang minyak al-Omar – ladang minyak terbesar di negara itu, begitu laporan kantor berita Reuters.

MEMBACA  'Ditakuti', 'preseden berbahaya': Dunia mengutuk larangan Israel terhadap UNRWA | Berita konflik Israel-Palestina

Tinggalkan komentar