Amukan Alex Ferguson terhadap Michael Carrick

Minggu, 18 Januari 2026 – 19:00 WIB

Nama Michael Carrick kembali jadi sorotan di Old Trafford. Ini bukan cuma karena dia ditunjuk sebagai manajer interim Manchester United sampai akhir musim, tapi juga karena perjalanan panjangnya di klub itu yang tidak selalu lancar.

Baca Juga :


Pengakuan Jujur Bryan Mbeumo soal Ruang Ganti MU usai Amorim Dipecat dan Digantikan Michael Carrick

Di balik banyak trofi dan reputasinya sebagai gelandang yang pendiam, Carrick pernah merasakan sendiri sisi paling keras dari kepemimpinan Sir Alex Ferguson. Pengalaman ini jadi bagian dari cerita panjang karir Carrick di United.

Carrick menikmati masa yang sangat sukses bersama Setan Merah. Selama lebih dari sepuluh tahun, dia mengumpulkan 12 gelar utama, termasuk lima gelar Liga Inggris dan satu Liga Champions di tahun 2008. Kehadirannya di lini tengah membantu menstabilkan tim yang sempat kehilangan figur penting setelah Roy Keane pergi.

Baca Juga :


Pernyataan Berkelas Lisandro Martinez Usai Diremehkan 2 Legenda MU Paul Scholes dan Nicky Butt

Pelatih Interim Manchester United, Michael Carrick

Tidak seperti gelandang yang suka pamer, peran Carrick seringkali bekerja di belakang layar. Dia bertugas menjaga keseimbangan permainan, mengatur tempo, dan memastikan aliran bola tetap rapi. Kontribusi seperti ini sering tidak terlihat, padahal sangat penting untuk struktur tim.

Baca Juga :


Bernardo Silva: Tekel Diogo Dalot ke Jeremy Doku Harusnya Kartu Merah, Bukan Kuning!

Tapi, ada satu momen dimana Carrick justru menjadi sasaran kemarahan Ferguson. Kejadian ini terjadi pada final Piala Dunia Antarklub 2008 melawan LDU Quito. Pertandingan berjalan tanpa gol sampai istirahat, dan Ferguson merasa permainan tim, terutama distribusi bola Carrick, tidak sesuai harapannya.

MEMBACA  Uni Eropa Untuk Hati-hati Memangkas Sanksi terhadap Suriah

Dalam autobiografinya yang terbit tahun 2018, Carrick menceritakan bagaimana Ferguson meledak di ruang ganti. Sang manajer meminta bola dimainkan lebih maju, meskipun Carrick merasa banyak umpan-umpannya sudah ke depan.

Carrick memilih untuk tidak membalas atau membela diri. Dia menggambarkan dirinya tetap tenang di luar, meskipun sebenarnya kesal. Situasi ini, menurutnya, adalah bagian dari dinamika bekerja di bawah manajer dengan standar yang sangat tinggi seperti Ferguson.

United akhirnya menjadi juara dunia setelah menang 1-0 di babak kedua. Wayne Rooney yang mencetak gol kemenangan, meski tim harus bermain dengan sepuluh pemain karena kartu merah Nemanja Vidic. Trofi itu melengkapi musim yang brilian bagi Carrick di klub.

Kemarahan Ferguson terhadap Carrick sebenarnya cukup jarang. Dari total 464 penampilan Carrick di United, 319 di antaranya terjadi di bawah pelatih Ferguson. Sejak dibeli dari Tottenham Hotspur pada 2006, sang manajer memang sudah yakin Carrick akan sukses di Old Trafford.

Halaman Selanjutnya

Ferguson pernah menekankan karakter Carrick sebagai faktor utama. Keputusan Carrick meninggalkan rumah pada usia 16 tahun untuk bergabung dengan West Ham dianggap sebagai bukti kepercayaan diri dan mental yang kuat, dua hal yang sangat dihargai di United.

Tinggalkan komentar