Dua Rafflesia Mekar Bersamaan di Cagar Alam Sumatra Barat

Lubuk Basung (ANTARA) – Dua bunga langka Rafflesia arnoldi mekar bersamaan di Cagar Alam Batang Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada hari Sabtu.

Aktivis pariwisata Palupuh, Joni Hartono, mengatakan di Lubuk Basung hari Sabtu, bahwa ini adalah pertama kalinya bunga langka itu mekar di tahun 2026. Satu bunga mekar di hari ketiga, dan satu lagi mekar di hari keempat.

“Jarak antara kedua bunga langka itu tidak jauh, hanya sekitar 100 meter, atau satu hamparan bunga,” ujarnya.

Dia menyatakan, kedatangan turis asing masih sedikit, hanya ada enam pengunjung di lokasi saat ini. Ini disebabkan bencana pada akhir November 2025 yang mengganggu lalu lintas dan menghalangi akses ke daerah tersebut.

“Beberapa turis datang melihat bunga, tapi tidak banyak karena jalan masih belum stabil. Sebelum bencana, sekitar 20 turis asing rutin datang untuk melihat bunga,” katanya.

Dia menambahkan, kedua bunga Rafflesia itu adalah yang pertama mekar di daerah tersebut di awal 2026. Pada tahun sebelumnya, lebih dari 30 individu bunga Rafflesia pernah mekar di sana.

Terdapat 15 kuncup bunga yang tersebar di Cagar Alam Batang Palupuh dan daerah sekitarnya di Batang Palupuh, Kecamatan Palupuh.

Sementara itu, Ade Putra, Kepala Resort Konservasi Wilayah Maninjau dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, mengatakan bahwa ini adalah mekar pertama di tahun 2026 dan kedua bunga itu mekar secara bersamaan.

“Ini sangat unik, bunga langka dan dilindungi ini mekar bersama,” ucapnya.

Dia menyatakan bahwa Cagar Alam Batang Palupuh, dengan luas 3,4 hektar, adalah kawasan konservasi yang ditugaskan sebagai habitat bunga rafflesia yang langka dan dilindungi.

MEMBACA  Mengunjungi Desa Wisata Candirejo Magelang, Alam Ganjar Menyaksikan Potensi Pariwisata yang Luar Biasa

Berita terkait: Mekar kembar langka soroti ketahanan habitat Rafflesia

Berita terkait: BRIN pelajari keanekaragaman Rafflesia patma di luar kawasan lindung

Penerjemah: Altas Maulana, Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar