Sabtu, 17 Januari 2026 – 20:30 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran senilai Rp31 miliar untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Anggaran ini untuk mengantisipasi hujan tinggi yang dapat sebabkan banjir di Jakarta sepanjang tahun 2026.
“Kita sudah kalkulasikan sepanjang tahun itu Rp31 miliar,” kata Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohammad Yohan, Sabtu (17/1).
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan metode water mist dari pesawat. (Foto ilustrasi).
Awalnya anggaran hanya Rp7 miliar. “Tapi berdasarkan rekomendasi BMKG, untuk 2026 ada kecenderungan tertentu. Jadi ditambah lagi,” ujarnya.
Yohan menjelaskan, penambahan anggaran itu karena ada rencana pelaksanaan OMC pada musim kemarau nanti. Berbeda dengan OMC di musim hujan, nantinya di musim kemarau OMC dilakukan agar hujan turun di daratan, bukan di laut.
“Kita juga ada niat saat masuk musim kering, justru kita coba gugurkan awannya di daratan. Beda metodenya,” kata Yohan.
Meski begitu, total anggaran tersebut tidak akan dipaksakan terserap seluruhnya. Jika situasi sudah kondusif, OMC tidak akan dilakukan.
Yohan juga memaparkan, anggaran untuk OMC periode awal dan pertengahan tahun disiapkan sebesar Rp7 miliar. “Tapi itu juga belum tentu terserap semua,” katanya.
Teknologi Modifikasi Cuaca atau TMC di Semarang
Sebab, jumlah garam yang disebar setiap penerbangan berbeda. Kadang butuh 800 kilogram hingga 1 ton garam atau Natrium Klorida (NaCl). “Satu hari itu 3 penerbangan. Perhitungan detailnya dari BMKG,” katanya. (ant)