Papua Barat Manfaatkan Ruang Publik untuk Meningkatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Manokwari, Papua Barat (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Papua Barat memutuskan untuk memanfaatkan ruang publik dan kegiatan sosial untuk memperluas jangkauan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Dr. Alwan Rimosan, menyatakan bahwa sosialisasi yang lebih gencar sangat dibutuhkan di provinsi ini. Hal ini mengingat masih sedikitnya warga yang telah merasakan manfaat program nasional tersebut.

"Dari lebih dari 500 ribu penduduk Papua Barat, baru sekitar 40 ribu yang mengakses layanan CKG. Di Kabupaten Manokwari, hanya sekitar 10 ribu dari hampir 200 ribu penduduk yang ikut program ini," katanya di Manokwari, Sabtu.

Untuk menangani rendahnya partisipasi, Rimosan mengatakan Dinkes Papua Barat telah mulai mengintegrasikan program CKG ke berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Sebagai contoh, dia menyebut peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Ridwanul Bahri Manokwari. Di sana, warga mengikuti donor darah yang juga menyediakan layanan CKG pada Sabtu lalu.

Rimosan menekankan, CKG bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga merupakan program quick-win andalan Presiden Prabowo Subianto. Dia menekankan pentingnya sinergi semua elemen masyarakat agar program memberi manfaat yang dituju.

"Oleh karena itu, kami akan terus bekerja sama dengan rumah ibadah dan tempat berkumpul masyarakat lain untuk memperluas jangkauan CKG," ujarnya.

Dia menambahkan, perlu sosialisasi lebih kuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan preventif.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan melaporkan program ini telah menjangkau 70,8 juta orang atau 24,9 persen penduduk sejak diluncurkan pada 10 Februari tahun lalu.

Layanan skrining kesehatan—meliputi kesehatan jiwa, gigi, TBC, kusta, dan kanker—awalnya ditawarkan di puskesmas untuk umum, lalu diperluas ke sekolah mulai 4 Agustus 2025. Tahun ini, pemerintah menargetkan cakupan 46 persen penduduk.

MEMBACA  Ulasan Linner Mars: Alat Bantu Dengar Hebat untuk Streaming Media

Berita terkait:

  • Kemenkes Targetkan Cakupan Cek Kesehatan Gratis 46 Persen di 2026
  • Indonesia Minta Para Pejabat PR Dorong Sosialisasi Skrining Kesehatan Gratis
  • Indonesia Masukkan Skrining Kusta dalam Cek Kesehatan Gratis

    Penerjemah: Ali N, Tegar Nurfitra
    Editor: M Razi Rahman
    Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar