Para pejabat NASA tampak bersemangat dan sedikit gugup ketika mereka menggelar briefing bagi para wartawan mengenai persiapan akhir untuk misi Artemis 2 pada Jumat lalu. Misi bersejarah untuk melontarkan empat astronot mengitari Bulan ini bisa diluncurkan dalam hitungan minggu, dan NASA bersiap untuk menggelindingkan roketnya ke landasan peluncuran.
Lembaga tersebut menargetkan waktu tidak lebih awal dari pukul 7 pagi ET pada Sabtu, 17 Januari, untuk mulai memindahkan roket Space Launch System (SLS) beserta wahana Orion yang telah ditumpuk dari Vehicle Assembly Building (VAB) ke Launch Pad 39B di Kennedy Space Center. Perjalanan sejauh empat mil ini diperkirakan memakan waktu 8 hingga 10 jam.
“Sekitar satu jam setelah kami mendapatkan gerakan pertama, Anda akan mulai menyaksikan kendaraan yang indah ini melintasi ambang batas VAB dan keluar untuk dilihat oleh dunia,” ujar Charlie Blackwell-Thompson, direktur peluncuran untuk Program Exploration Ground Systems (EGS) NASA, selama briefing.
NASA akan memulai siaran langsung proses rollout pada pukul 7 pagi ET, dilanjutkan dengan acara media pada pukul 9 pagi ET, saat Administrator NASA Jared Isaacman dan para astronot Artemis 2 akan menjawab pertanyaan mengenai persiapan misi mereka. Kedua acara akan disiarkan melalui kanal YouTube NASA.
Perjalanan Panjang Menuju Peluncuran
Setelah SLS melintasi ambang VAB, para insinyur akan berhenti sejenak untuk menarik *crew access arm* pada *mobile launcher*, yang diperkirakan memakan waktu sekitar 45 menit, menurut Blackwell-Thompson. Kemudian, mereka akan mulai menggerakkan kendaraan tersebut menuju landasan peluncuran dengan kecepatan di bawah 1 mil per jam (1,6 km/jam).
Begitu roket diamankan di landasan, para insinyur akan menyambungkannya ke peralatan pendukung darat, melakukan pengecekan untuk memastikan koneksi berfungsi dengan baik, dan menghubungkan roket ke pusat kendali peluncuran. Tim juga akan menyalakan semua sistem terintegrasi untuk pertama kalinya guna memastikan perangkat keras penerbangan, *mobile launcher*, dan infrastruktur darat siap digunakan.
Kru Artemis 2—yang terdiri dari astronot NASA Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta astronot Badan Antariksa Kanada Jeremy Hansen—kemudian akan melakukan peninjauan akhir sistem *emergency egress* di landasan. Jika semua berjalan sesuai rencana, NASA akan bersiap untuk *wet dress rehearsal* pada 2 Februari.
Selama uji coba final ini, baik SLS maupun Orion akan dinyalakan, dan kru darat akan mengisi roket dengan bahan bakar. Para insinyur kemudian akan menjalankan hitungan mundur peluncuran tanpa menyalakan *booster* roket, melainkan berlatih cara menguras bahan bakar dari SLS dengan aman.
Proses ini rumit, dan beberapa masalah teknis hampir tak terelakkan. NASA saat ini menargetkan tanggal peluncuran pada 6 Februari, namun dengan jeda hanya empat hari antara *wet dress rehearsal* dan tanggal peluncuran paling awal yang memungkinkan, hal ini tampaknya tidak realistis.
“Kami harus menyelesaikan *wet dress* terlebih dahulu,” kata Blackwell-Thompson ketika ditanya tentang jeda waktu yang singkat. “Kami perlu melihat pelajaran apa yang kami peroleh dari proses tersebut, dan itulah yang akan menentukan jalan kami menuju peluncuran.”
Waktu Peluncuran Masih Belum Pasti
Jika Artemis 2 belum siap diluncurkan pada 6 Februari, terdapat kesempatan peluncuran berikutnya pada 7, 8, 10, dan 11 Februari. Setelah itu, kesempatan berikutnya adalah 6, 7, 8, 9, dan 11 Maret, dilanjutkan dengan 1, 3, 4, 5, 6, dan 30 April.
Jika misi ini tertunda lebih jauh lagi—yang kecil kemungkinannya, tapi bisa saja terjadi—Blackwell-Thompson menyatakan ada kesempatan peluncuran tambahan “hampir di setiap bulan” setelah April.
Selama briefing, dia dan rekan-rekannya menekankan bahwa prioritas utama NASA adalah keselamatan kru dan menyatakan mereka tidak terburu-buru untuk meluncurkan Artemis 2. Meski demikian, lembaga ini berada di bawah tekanan untuk meluncurkan misi ini dengan segera.
Sebagai misi berawak pertama dari program eksplorasi bulan NASA, Artemis 2 akan menjadi batu loncatan kritis menuju pendaratan di Bulan Artemis 3. AS berlomba dengan China untuk mencapai prestasi ini, dan dengan Artemis 2 yang sudah tertunda bertahun-tahun, NASA telah mendorong dengan keras untuk peluncuran pada tahun 2026.
Tapi misi ini lebih dari sekadar penerbangan uji coba. Para astronot Artemis 2 akan melakukan perjalanan lebih jauh ke angkasa daripada yang pernah dilakukan sebelumnya, mengamati bagian-bagian Bulan yang belum pernah dilihat manusia, dan membuktikan bahwa umat manusia siap untuk kembali ke angkasa dalam. Anda tak boleh melewatkannya.