Indonesia Rencanakan Pemulihan Tiga Tahun Pascabanjir Mematikan di Sumatra

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pemerintah mungkin membutuhkan waktu hingga tiga tahun untuk memulihkan sepenuhnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pasca banjir dan tanah longsor besar pada November 2025.

"Upaya pemulihan bisa saja selesai dalam dua tahun. Tapi, kementerian kami sudah mengajukan rencana pemulihan tiga tahun ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional," ujarnya dalam taklimat media di kantor Kementerian PU di Jakarta, Jumat.

Hanggodo menjelaskan, kerangka waktu yang di proyeksikan mencerminkan pekerjaan konstruksi dan perbaikan yang luas untuk infrastruktur vital, termasuk jalan, jembatan, dan sumber air.

Beberapa proyek mungkin butuh waktu lebih lama, tambahnya, seperti konstruksi bertahap untuk check dam, pembangunan sabo dam untuk pengendalian material longsor, serta pemulihan Jalan Tol Lembah Anai yang diperkirakan memakan waktu satu hingga dua tahun.

"Intinya, beberapa pekerjaan fisik memang tidak dimaksudkan untuk diselesaikan dengan cepat," tegas menteri itu.

Dia menambahkan, pemerintah pusat kini memfokuskan sumber daya agar masyarakat terdampak bisa beraktivitas kembali dengan membuka akses ke daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi.

"Tujuan utama saya sekarang adalah memastikan tidak ada desa yang terisolasi," kata Hanggodo.

Dia melanjutkan, pemerintah telah membuka kembali semua 99 jalan nasional dan 33 jembatan nasional yang rusak akibat bencana luas itu, yang menelan setidaknya 1.190 jiwa di tiga provinsi.

"Kami sekarang beralih fokus ke perbaikan infrastruktur di tingkat kecamatan dan desa," ujarnya, seraya menambahkan sekitar 1.900 jalan lokal dan 753 jembatan terdampak banjir dan longsor.

Menteri memastikan pemulihan sedang berjalan, dengan 72 persen jalan sudah beroperasi fungsional dan perbaikan jembatan mencapai 12 persen.

Berita terkait:

MEMBACA  Indonesia Unggul dalam Latihan Maritim ASEAN-AS 2025

Tinggalkan komentar