ULM dan Universitas Tsukuba Jepang Sepakati Kemitraan Pendidikan

Banjarmasin, Kalsel (ANTARA) – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) telah menyetujui kerja sama dengan Center for Research on International Cooperation in Educational Development (CRICED) dari University of Tsukuba, Jepang, dalam penelitian pendidikan bersama dan pengembangan akademik.

Kerja sama ini juga mencakup pertukaran dosen dan peneliti, berbagi informasi dan publikasi akademik, serta kolaborasi dalam konferensi dan kegiatan akademik internasional, kata Atiek Winarti, guru besar pendidikan kimia ULM, pada Kamis.

Ia mengatakan kerja sama lanjutan ini sangat terkait dengan rencana ULM untuk membuka program doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam di pascasarjana, yang bertujuan memperkuat kapasitas penelitian dan keterlibatan akademik internasional.

Fokus tahunan University of Tsukuba pada sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) sejalan dengan visi program yang diusulkan, yang mendorong pendekatan etnosains atau etno-STEM yang mengintegrasikan pengetahuan lokal dengan pembelajaran sains modern.

Atiek menyebutkan program Non-degree Overseas Training (NDOT) bisa menjadi pilihan akademik bagi mahasiswa doktoral, meskipun rencananya masih dalam tahap konseptual dan telah mendapat tanggapan positif dari pimpinan fakultas.

Ia menambahkan, kegiatan akademik di tingkat sarjana, magister, dan doktoral, khususnya di bidang matematika dan ilmu alam, dapat dimulai setelah nota kesepahaman (MoU) resmi berlaku.

Kerja sama dengan University of Tsukuba ini diimplementasikan melalui program NDOT keempat yang diselenggarakan oleh CRICED Tsukuba sebagai bagian dari inisiatif outreach internasional mereka.

Program ini dilakukan bersama Center for Education and Learning Sciences Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Asosiasi Lesson Study Indonesia (ALSI), serta Asosiasi Pendidikan STEM Indonesia (APSI).

Pelatihan NDOT bertujuan meningkatkan kapasitas pendidik untuk mentransformasi pengajaran melalui lesson study, pendidikan STEM, ilmu data, dan kecerdasan buatan, guna mendukung inovasi dan internasionalisasi di pendidikan tinggi Indonesia.

MEMBACA  Prabowo Resmi Menjadi Presiden, Gerindra Menjamin 82 Juta Anak Mendapatkan Makanan Bergizi Gratis

Berita terkait: Indonesia-Japan explore deeper ties in higher education, science

Berita terkait: Japan-Indonesia Rectors Forum propose research consortium

Penerjemah: Firman, Rahmad Nasution

Editor: Primayanti

Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar