Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mendorong komunitas daring untuk berperan aktif dalam mendidik masyarakat tentang penggunaan teknologi guna menjaga konektivitas selama situasi darurat.
Patria menyatakan edukasi publik sangat penting karena solusi teknologi tetap dapat berfungsi dalam kondisi krisis, bahkan saat infrastruktur konvensional terganggu. Ia mencatat bahwa layanan internet berbasis satelit dapat didukung oleh sumber energi alternatif, seperti panel surya, untuk memastikan konektivitas tetap berjalan.
“Kita perlu menyadarkan masyarakat, karena mungkin ada terobosan teknologi yang bisa diterapkan dalam kondisi darurat. Bahkan jika menggunakan Starlink, tanpa pasokan listrik kita bisa mengandalkan panel surya untuk tetap terhubung,” ujar Patria dalam pernyataan pers yang diterima pada Jumat.
Pernyataan itu disampaikannya selama kunjungan ke Sekolah Jaringan Komunitas Indonesia di Yogyakarta pada Kamis, 15 Januari, di mana ia menekankan pentingnya membekali komunitas dengan pengetahuan untuk tetap terhubung ketika jaringan telekomunikasi dan sistem kelistrikan mengalami gangguan.
Menurut Patria, salah satu pendekatannya adalah dengan memperkenalkan inovasi teknologi alternatif yang tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan listrik konvensional.
Ia mengatakan akses internet telah menjadi kebutuhan dasar, yang sering dianggap remeh, namun krusial bagi kehidupan sehari-hari. Pentingnya akses internet, tambahnya, biasanya baru sepenuhnya disadari ketika konektivitas terputus, seperti selama bencana banjir baru-baru ini di sebagian wilayah Sumatra.
“Di daerah bencana, selain air, makanan, dan listrik, telekomunikasi menjadi kebutuhan yang kritis. Saat internet terputus, barulah kita benar-benar memahami betapa seriusnya situasi itu,” katanya.
Patria menggambarkan kondisi pasca-banjir di Provinsi Aceh sangat menantang, dengan sedimentasi menyebabkan sungai meluap dan jembatan yang rusak mengisolasi wilayah seperti Bener Meriah dan Bireuen.
Kondisi ini, ujarnya, menghambat upaya perbaikan infrastruktur listrik dan menara BTS yang rusak, sehingga membuat partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci dalam pemulihan pasca-bencana.
Ia menekankan bahwa pemerintah tetap terbuka untuk berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan guna mempercepat pengembangan infrastruktur digital yang tangguh dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Patria menambahkan bahwa strategi pemulihan bencana untuk jaringan telekomunikasi harus melibatkan tidak hanya pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif dari komunitas dan pemangku kepentingan lainnya.
Berita terkait: Indonesia perkuat konektivitas 3TP dengan subsidi udara perintis
Berita terkait: BAKTI hubungkan 30.000 titik layanan publik via SATRIA-1
Penerjemah: Fitra, Kenzu
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026