6.793 Barang Tertinggal di Transjakarta Sepanjang 2025, 1.802 Dikembalikan kepada Pemilik

Ringkasan Berita:

PT Transjakarta mencatat 6.793 barang tertinggal di seluruh layanan bus dan halte sepanjang operasional tahun 2025.
Dari jumlah itu, baru 1.802 barang yang berhasil dikembalikan ke pemiliknya setelah melalui proses verifikasi yang ketat.
Barang tertinggal paling banyak ditemukan di layanan BRT Koridor 1 rute Blok M–Kota dan juga di Halte Integrasi CSW.

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – PT Transjakarta mencatat ada 6.793 barang yang tertinggal di bus dan halte sepanjang tahun 2025.

Dari jumlah tersebut, hanya 1.802 barang saja yang sudah dikembalikan ke pemiliknya setalah melalui pengecekan yang ketat.

Berdasarkan data, barang tertinggal paling sering terjadi di layanan BRT Koridor 1 rute Blok M–Kota dan juga Halte Integrasi CSW.

Baca juga: Subsidi Transjakarta APBD 2026 Baru Cukup untuk 9 Bulan

Tingginya jumlah penumpang dan aktivitas naik-turun di dua titik itu menjadi penyebab utama banyaknya barang yang tertinggal.

Barang-barang yang ditemukan macam-macam, mulai dari barang pribadi, perlengkapan kerja, sampai perangkat elektronik seperti HP dan laptop.

Semua barang yang ditemukan langsung dicatat dan dikelola lewat sistem Lost and Found Transjakarta yang sudah terintegrasi.

Baca juga: Gubernur Pramono Minta Maaf setelah Penyandang Disabilitas Terperosok di Selokan Halte Transjakarta

Melalui sistem itu, Transjakarta memastikan keamanan barang dan juga kepastian siapa pemiliknya sebelum dikembalikan.

Proses verifikasi dilakukan dengan teliti untuk menghindari kesalahan saat menyerahkan barang.

Transjakarta mengingatkan semua penumpang untuk selalu hati-hati dan memeriksa barang bawaan sebelum turun dari bus atau meninggalkan halte.

Baca juga: Subsidi Transjakarta di APBD DKI 2026 Hanya Baru Dianggarkan untuk 9 Bulan

“Pengelolaan barang tertinggal kami lakukan secara sistematis, digital, dan mengikuti prosedur yang jelas,” kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi, Kamis (15/1/2026).

MEMBACA  Pemerintah Indonesia berpengalaman dalam mengelola inflasi di tengah ketegangan global

Menurut dia, Transjakarta memberi waktu penyimpanan barang tertinggal selama 90 hari kerja.

Kalau dalam waktu itu barang tidak diambil oleh pemiliknya, maka barang akan di proses lebih lanjut sesuai SOP, baik dengan dimusnahkan atau dihibahkan.

“Kami ingin memastikan setiap barang milik penumpang dikelola dengan integritas tinggi, memberikan kepastian dan perlindungan bagi masyarakat pengguna jasa kami,” ujar Tjahyadi.
 
Disalurkan

Barang yang masih bisa dipakai akan disalurkan untuk kepentingan sosial.

Tinggalkan komentar