Masdar Bidangkan Kemajuan Nyata Ekspansi Cirata pada 2026

Abu Dhabi (ANTARA) – Perusahaan energi terbarukan milik pemerintah Uni Emirat Arab, Masdar, mengharapkan perluasan pembangkit listrik tenaga surya terapung Cirata di Jawa Barat mulai mencatat kemajuan yang konkret pada tahun ini.

Kepala Pengembangan Bisnis Masdar untuk Asia-Pasifik, Fatima Al Suwaidi, mengatakan perluasan ini adalah kelanjutan dari kemitraan jangka panjang perusahaannya dengan PT PLN (Persero), yang dimulai dengan pengembangan PLTS terapung Cirata berkapasitas 145 megawatt (MW) pada tahun 2017.

“Kami berharap dalam tahun ini, kami dapat mencapai langkah-langkah konkret dalam pengembangan dan kolaborasi untuk perluasan Cirata,” ujarnya kepada ANTARA di sela-sela Abu Dhabi Sustainability Week di Abu Dhabi, Selasa.

Pembangkit listrik tenaga surya terapung 145 MW tersebut—yang merupakan proyek PLTS terapung pertama Masdar dan proyek energi terbarukan perdananya di Asia Tenggara—dibangun di atas area seluas 250 hektare di Waduk Cirata, Jawa Barat.

Fasilitas yang mulai beroperasi pada 2023 ini menghasilkan energi bersih yang cukup untuk memasok 50.000 rumah dan mengurangi emisi karbon sebesar 214.000 ton per tahun.

Pada April 2025, Masdar dan PLN menandatangani perjanjian untuk memperluas PLTS terapung Cirata menjadi total kapasitas 500 MW.

Al Suwaidi menyebutkan bahwa Masdar dan PLN saat ini sedang melakukan kajian pra-kelayakan untuk membentuk kerangka pengembangan proyek sesuai dengan regulasi terbaru yang dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Regulasi tersebut meningkatkan cakupan permukaan air yang diizinkan untuk PLTS terapung dari 5 persen menjadi 20 persen, sebuah perubahan yang menurutnya membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk meningkatkan skala pengembangan PLTS terapung.

Dia menambahkan bahwa dukungan kebijakan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, yang menyediakan ruang untuk proyek-proyek PLTS terapung, juga merupakan faktor kunci yang memungkinkan percepatan perluasan Cirata.

MEMBACA  Rencana Lula untuk Bertemu dengan Putin di KTT BRICS pada Bulan Oktober

Dalam RUPTL 2025–2034, Indonesia menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik baru sebesar 69,5 GW, dengan sekitar 76 persennya bersumber dari energi terbarukan. Rencana penambahan tersebut termasuk 17,1 GW tenaga surya, di samping sumber energi terbarukan lainnya.

Di luar Cirata, Al Suwaidi mengatakan Masdar juga mempersiapkan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya terapung Jatigede di Sumedang, Jawa Barat.

Dia mencatat bahwa setelah studi awal dan teknis selesai, langkah berikutnya untuk kedua proyek adalah finalisasi perjanjian pembelian tenaga listrik (PPA) dan persiapan konstruksi.

Berita terkait: PLTS Cirata sesuai rencana, menarik perhatian global: Masdar UAE

Reporter: Shofi Ayudiana
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar