Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan telah menyusun beberapa strategi untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana hidrometeorologi di Provinsi Sumatra Barat.
Menteri yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Sumatra itu menyebutkan, indikator pemulihan di 16 kabupaten dan kota terdampak di Sumbar menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
"Indikator di Sumatra Barat tergolong positif. Ini karena hampir semua dari 16 pemerintah daerah terdampak menerapkan kebijakan hijau," kata Karnavian dalam pernyataannya pada Rabu.
Ia menyebut data dari ke-16 daerah terdampak bencana di Sumbar telah diverifikasi, termasuk indikator tambahan untuk menilai pemulihan pascabencana.
Indikator itu mencakup ketersediaan listrik dan bahan bakar minyak (terlihat dari operasi SPBU), ketersediaan LPG, konektivitas internet, pasokan air bersih, serta layanan dari perusahaan air minum daerah (PDAM).
Indikator tambahan ini melengkapi lima indikator utama pemulihan yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu pemulihan tata kelola, layanan publik di kesehatan dan pendidikan, akses lahan, pemulihan ekonomi, serta kondisi sosial.
Karnavian menyatakan upaya percepatan kini fokus pada empat wilayah yang perlu perhatian lebih, yaitu Kabupaten Tanah Datar, Agam, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan.
Namun, dia menekankan bahwa keempat daerah yang parah terdampak ini masih memerlukan kerja sama dan dukungan lintas sektor untuk pemulihan menyeluruh.
Selain itu, beberapa daerah terdampak lain masih memerlukan perbaikan akseleratif pada infrastruktur jalan dan jembatan, serta sarana air bersih dan PDAM.
Karnavian menekankan pentingnya verifikasi data yang akurat oleh kepala daerah agar pemerintah pusat dapat menetapkan dengan tepat infrastruktur fisik dan sosial-ekonomi yang perlu diperbaiki.
"Detail seperti inilah yang kami harapkan," ujarnya.
Karnavian menambahkan, pemerintah telah memetakan kondisi pemulihan di 52 kabupaten/kota terdampak di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Berdasarkan pemetaan, daerah-daerah tersebut dikategorikan menjadi tiga, yaitu normal, sebagian normal, dan belum normal.
Berita terkait: Indonesia percepat perumahan dan operasi cuaca untuk pemulihan banjir Sumatra
Berita terkait: Kementerian perkuat perlindungan hutan pasca pemulihan banjir di Sumatra
Berita terkait: Kementerian Lingkungan awasi 100 perusahaan di Sumatra terdampak banjir
Penerjemah: Fianda Sjofjan Rassat, Katriana
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026