Indeks Harga Saham Gabungan Dibuka Menguat, Ikuti Kenaikan Bursa Asia dan Rekor Baru Wall Street

Selasa, 13 Januari 2026 – 09:03 WIB

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 40 poin atau 0,45 persen ke level 8.924 pada awal perdagangan hari ini.

Baca Juga:
IHSG Diproyeksi Rawan Koreksi Lanjutan, Simak 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi IHSG berpotensi rebound pada sesi perdagangan ini.

"IHSG berpotensi rebound jika bisa bertahan di level support 8.870. Namun, harus hati-hati jika turun di bawah 8.870, karena berpotensi koreksi lagi ke level 8.700-8.720," ujar Fanny dalam riset hariannya.

Baca Juga:
IHSG Sesi I Sempat Sentuh Level 9.000, Cek 3 Saham Kinclong di Jajaran Top Gainers

Bursa Asia secara umum menguat pada perdagangan Senin kemarin. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,44%, Taiex Taiwan menguat 0,92%, Kospi Korea Selatan bertambah 0,82%, dan ASX 200 Australia naik 0,48%.

Baca Juga:
IHSG Dibuka Menghijau dan Berpotensi Lanjut Menguat saat Bursa Asia Variatif

Sementara itu, FTSE Straits Times menguat 0,47% dan FTSE Malay KLCI naik 0,53%. Pasar Jepang tutup karena hari libur.

Pasar Asia-Pasifik menguat di awal pekan, mengikuti kenaikan Wall Street. Hal ini terjadi setelah laporan pekerjaan AS untuk Desember 2025 menunjukkan penambahan lapangan kerja yang lebih sedikit dari perkiraan, namun tingkat pengangguran turun. Ini menandakan ketahanan pasar tenaga kerja.

Selain itu, pada hari Minggu, mitra koalisi Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi dan Hirofumi Yoshimura, menyatakan kemungkinan akan mengadakan pemilihan umum lebih cepat. Komentar ini muncul setelah media lokal melaporkan bahwa Takaichi mempertimbangkan pemilu mendadak pada Februari 2026.

"Support IHSG ada di level 8.720-8.780, sedangkan resistensinya di rentang 8.930-9.000," jelas Fanny.

MEMBACA  Jake Paul Mengumbar KO Mike Perry dalam Waktu Kurang dari 10 Menit

Sebagai informasi, indeks saham Wall Street kembali catatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) pada Senin. Kenaikan ini terjadi saat investor mengabaikan kekhawatiran atas independensi The Fed, di tengah penyelidikan pidana terhadap Ketuanya, Jerome Powell.

Indeks S&P 500 naik 0,16%, Dow Jones menguat 0,17%, dan Nasdaq Composite naik 0,26%. Sementara itu, saham Walmart naik sekitar 3% menjelang dimasukkannya saham ritel raksasa itu ke dalam indeks Nasdaq-100.

Bursa Asia Cerah Dipimpin Jepang, Investor Acuhkan Konflik Geopolitik
Bursa Asia dibuka cerah dengan indeks Jepang memimpin penguatan. Investor cenderung mengabaikan konflik geopolitik dan fokus pada pergerakan harga minyak dunia. Simak!

VIVA.co.id | 13 Januari 2026

Tinggalkan komentar