Pencapaian Swasembada Beras Indonesia Per 31 Desember 2025

Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia secara resmi mencapai swasembada beras pada tanggal 31 Desember 2025.

Hal tersebut disampaikannya saat peresmian program Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin. Presiden mengatakan capaian ini terwujud meskipun ada tantangan dari fenomena El Nino dan kekeringan berkepanjangan yang melanda Indonesia sepanjang 2024 dan 2025.

“Pada 31 Desember 2025, Indonesia secara resmi mencapai swasembada beras. Di pertengahan 2024 hingga 2025, kita mengalami El Nino dan kemarau panjang, namun kita mampu mengatasi tantangan-tantangan ini,” ujar Presiden dalam rapat daring dengan Sekretariat Presiden di Jakarta.

Prabowo menilai pencapaian ini menunjukkan ketahanan sektor pangan nasional di tengah tekanan iklim global yang semakin meningkat.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah berhasil memitigasi dampak cuaca ekstrem sambil menjaga stabilitas produksi pangan nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Presiden juga mengungkapkan bahwa produksi beras nasional dan cadangan beras pemerintah saat ini berada di level tertinggi yang pernah tercatat.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras nasional per Desember 2025 mencapai 34,71 juta ton, menghasilkan surplus sekitar 4 juta ton dibandingkan kebutuhan nasional.

Angka ini mendekati proyeksi produksi beras Indonesia sebesar 35,6 juta ton yang diumumkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Sementara itu, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menempatkan Indonesia di antara negara-negara dengan pertumbuhan produksi beras tertinggi di Asia Tenggara, melampaui Vietnam, Thailand, Filipina, Kamboja, Laos, dan Malaysia.

Sejalan dengan pencapaian ini, Indonesia tidak mengimpor beras untuk konsumsi atau jagung sepanjang tahun 2025. Presiden menekankan bahwa swasembada beras tidak boleh dilihat sebagai titik akhir, melainkan sebagai landasan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

MEMBACA  Philippe Troussier Dipecat setelah Timnas Indonesia Menghancurkan Vietnam

Kepala negara menambahkan bahwa pemerintah akan terus memperkuat sektor pertanian melalui kebijakan-kebijakan strategis. Dia optimis Indonesia akan segera mencapai swasembada jagung, khususnya untuk memenuhi kebutuhan petani dan peternak.

Pemerintah, ujarnya, juga menargetkan swasembada pada komoditas strategis lainnya. “Kami akan terus memperkuat upaya-upaya kami. Dalam waktu dekat, kita akan swasembada jagung dan komoditas lainnya,” kata Presiden.

Berita terkait: Dari ‘beras terlarang’ hingga ketahanan pangan: Kebangkitan beras hitam Jawa Barat

Berita terkait: Prabowo targetkan 1.100 desa nelayan pada 2026 untuk tingkatkan ketahanan pangan

Penerjemah: Andi Firdaus, Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar