Gunung Semeru Meletus, Luncurkan Awan Panas Sejauh 5 Kilometer

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) – Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, meletus pada Minggu malam (12 Jan). Letusan ini mengeluarkan awan panas atau pyroclastic flow hingga sejauh lima kilometer dari puncak.

Menurut petugas di Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulisnya, “Gunung Semeru erupsi pada pukul 22.25 WIB. Erupsi berupa luncuran awan panas dengan jarak luncur sekitar 5 km.”

Tinggi kolom erupsi teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak, atau 5.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Aktivitas terbaru ini mengikuti periode peningkatan aktivitas vulkanik, di mana gunung ini memang sering aktif selama beberapa tahun terakhir.

Alfian menambahkan, “Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur dan tenggara.”

Letusan Gunung Semeru terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi 696 detik.

Status Gunung Semeru masih di Level III (Siaga). Pihak berwajib menyarankan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 km dari puncak.

Selain itu, masyarakat dilarang beraktifitas dalam jarak 500 meter dari bibir sungai Besuk Kobokan karena risiko perluasan awan panas dan aliran lahar, yang bisa mencapai hingga 17 km dari puncak.

“Masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena bahaya *ejected rocks* atau material pijar,” lanjutnya.

Warga juga diingatkan akan potensi awan panas dan lahar yang mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru, khususnya di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Anak-anak sungai dari Besuk Kobokan juga mungkin terdampak aliran lahar.

MEMBACA  Ucapkan selamat tinggal pada langganan bulanan - nikmati penyimpanan awan SEUMUR HIDUP (diskon hingga 58%)

Berita terkait: Gunung Semeru meletus, luncuran awan panas 4 km

Berita terkait: Gunung Semeru meletus lagi, kolom abu capai 700 meter

Penerjemah: Zumrotun Solichah, Resinta Sulistiyandari
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar