Senin, 12 Januari 2026 – 10:37 WIB
Jakarta, VIVA – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mengusulkan agar masyarakat bisa membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) lebih dari dua pack per orang. Usulan ini bertujuan untuk meningkatkan distribusi dan memperluas akses pangan yang terjangkau.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa usulan penambahan kuota pembelian beras SPHP ini akan diajukan terlebih dahulu kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas). Hal ini agar kebijakannya berjalan terkoordinasi dan mendukung efektivitas distribusi pangan bersubsidi dari pemerintah.
“Iya, mudah-mudahan setiap orang bisa beli lebih dari dua pack. Kita akan ajukan dulu ke Bapanas supaya turnover-nya juga makin banyak,” kata Rizal dalam Rapat Kerja Nasional di Jakarta, Senin (12/1/2026).
Kebijakan pembelian lebih dari dua pack sebelumnya sudah diterapkan di daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP). Tujuannya untuk menjaga keterjangkauan harga pangan bagi seluruh masyarakat.
Rizal menegaskan, kebijakan ini disiapkan untuk memperkuat distribusi beras SPHP. Realisasi beras subsidi sepanjang 2025 mencapai 802.939 ton dari target 1,5 juta ton.
Bulog menargetkan penyaluran beras SPHP di tahun 2026 sebanyak 1,5 juta ton, yang direncanakan berjalan terus-menerus sepanjang tahun. Target ini sama dengan tahun sebelumnya.
Penyaluran dirancang berlangsung dari Januari hingga Desember 2026 agar distribusi lebih stabil dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Evaluasi menunjukkan distribusi SPHP sebelumnya belum optimal karena sempat terhenti beberapa bulan, sehingga realisasinya jauh dari target.
Ke depan, mekanisme distribusi SPHP akan dibuat lebih fleksibel, terutama terkait jumlah pembelian per orang, agar penyaluran lebih efektif dan merata.
“Penyaluran tahun ini ditargetkan 1,5 juta ton dan akan dilaksanakan sepanjang tahun, tidak terpotong-potong seperti dulu,” ujar Rizal.
Dengan strategi distribusi sepanjang tahun dan pelonggaran kuota, Bulog optimis penyaluran beras SPHP bisa maksimal dan membantu menjaga stabilitas harga pangan nasional.