Ribuan wisatawan terdampar di Lapland, Finlandia, akibat cuaca ekstrem yang membekukan yang membatalkan seluruh penerbangan dari salah satu bandara di wilayah tersebut.
Keberangkatan dari Bandara Kittilä di Lapland, yang seharusnya membawa para pelancong musim dingin kembali ke kota-kota seperti London, Bristol, Manchester, Paris, dan Amsterdam, dibatalkan seluruhnya pada Minggu (25/2) karena suhu tidak menyentuh di atas -35°C.
Gangguan ini diprediksi berlanjut hingga Senin (26/2) dengan prakiraan suhu terendah -39°C dari lembaga meteorologi Finlandia. Penerbangan pertama dari Kittilä telah dibatalkan.
Cuaca beku ekstrem menyulitkan proses penghilangan es dari pesawat, sementara peralatan perawatan dan pengisian bahan bakar di darat dapat membeku.
Operator bandara, Finavia, menjelaskan kepada penyiar publik Yle bahwa kelembapan udara memperburuk situasi dengan menciptakan lapisan es yang licin.
Meskipun Lapland—yang membentang di Norwegia utara, Swedia, dan Finlandia—dikenal akan hawa dingin dan saljunya, suhu rata-rata musim dingin di Lapland Finlandia biasanya sekitar -14°C, dengan kadang-kadang turun hingga -30°C, menurut dewan pariwisata setempat.
Bandara Kittilä terutama melayani para pelancong yang hendak menuju resor ski terdekat dan menyaksikan Cahaya Utara, sementara Bandara Rovaniemi di sebelah selatan adalah destinasi “resmi” menuju rumah legendaris Sinterklas.
Satu penerbangan dari Rovaniemi juga dibatalkan pada hari Minggu.
Penerbangan dari dan ke Kittilä dilaporkan telah dibatalkan pula pada Jumat dan Sabtu lalu.
Cuaca dingin ini juga membuat kondisi jalan sangat berbahaya, dengan Fintraffic mengeluarkan peringatan atas kondisi bersalju dan beku di wilayah tersebut.
Sebuah bus yang penuh dengan penumpang dari Ukraina tergelincir ke dalam parit pada Minggu pagi, menurut Yle yang mengutip polisi setempat. Tidak ada laporan korban luka-luka serius.
Gelombang dingin yang tidak biasa di Lapland ini terjadi bersamaan dengan badai yang melintas di Eropa utara, yang membawa kondisi musim dingin dan gangguan perjalanan ke Inggris, Prancis, dan Jerman.
Seorang pria tewas setelah sebuah pohon tumbang menimpa karavannya di Inggris, sementara sekitar 100.000 rumah di Prancis mengalami pemadaman listrik pada hari Sabtu.