Apakah Saham Ford Dapat Menciptakan Miliaran Rupiah?

Pendapatan otomotif Ford cuma naik rata-rata 2.8% per tahun dalam sepuluh tahun terakhir. Menaikkan harga dan memanfaatkan skala produksi bukanlah cara yang bagus untuk meningkatkan keuntungan.

Valuasi murah dan dividen yield tinggi nggak akan bantu saham Ford keluar dari performa buruknya di pasar.

Ford itu perusahaan mobil legendaris dari Detroit, terkenal dengan truk seri F-nya yang jadi mobil terlaris di AS selama 49 tahun berturut-turut. Ini menunjukkan betapa kuatnya perusahaan ini di segmen pasar tersebut. Dengan sejarah panjang sejak 1903, investor nggak perlu khawatir Ford akan bangkrut.

Saham ini punya tahun yang bagus di 2025, dengan return total 42%. Tapi, apakah Ford bisa bikin kita kaya? Jawabannya jelas.

Ford dapat pendapatan $35.8 miliar di kuartal ketiga 2015. Tepat 10 tahun kemudian, di Q3 2025, pendapatannya $47.2 miliar. Itu artinya kenaikan tahunan cuma 2.8%. Pertumbuhan yang sangat lambat. Sebagai perbandingan, GDP AS tumbuh 5.4% per tahun dalam dekade terakhir.

Perusahaan ini sudah matang dan susah untuk meningkatkan pendapatan secara signifikan. Industri otomotif global juga menjual lebih sedikit mobil di November 2025 dibandingkan November 2015. Kecuali tiba-tiba ada ledakan jumlah orang dewasa yang bisa nyetir, bisnis ini akan tetap tumbuh lambat.

Permintaan mobil baru juga sangat tergantung siklus ekonomi. Ini pembelian besar buat keluarga biasa. Kalau ekonomi sulit, penjualan bisa turun.

Seperti perusahaan mobil lainnya, Ford tidak menghasilkan keuntungan tinggi. Di sembilan bulan pertama 2025, dari pendapatan $141.4 miliar, laba bersihnya cuma $2.9 miliar. Ford harus terus investasi banyak di riset, tenaga kerja, dan pabrik supaya bisa bersaing.

Ford bisa coba naikkan harga, seperti Ferrari. Tapi merek Ford mungkin tidak cukup kuat untuk itu. Konsumen bisa pilih merek lain dengan fitur serupa dan harga lebih murah.

MEMBACA  Mengapa Saham Newsmax Melonjak Minggu Ini

Perusahaan ini juga bisa coba tekan biaya dan manfaatkan skala produksinya. Ford memang berencana kurangi biaya $1 miliar di 2025. Tapi, profitabilitasnya tetap mengecewakan. Margin operasi rata-ratanya cuma 3.1% dalam 5 tahun terakhir.

Meski begitu, Ford mungkin menarik bagi investor nilai. Sahamnya diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba (forward P/E) 9.7. Dividen yield-nya 4.17% juga menarik bagi investor yang cari pendapatan.

Tapi, menurut saya, ini tidak cukup untuk membuat Ford jadi saham yang bagus untuk investasi jangka panjang. Sahamnya sudah tertinggal jauh dari S&P 500 dalam 10 tahun terakhir, dan kemungkinan besar akan terus begitu. Jadi, ini bukan bisnis yang bisa bikin kita jadi jutahewan.

Sebelum beli saham Ford, pertimbangkan ini:
Tim analis Stock Advisor baru saja memilih 10 saham terbaik untuk dibeli sekarang… dan Ford tidak termasuk di dalamnya. Kesepuluh saham itu berpotensi berikan return besar.

Contohnya, saat Netflix masuk list ini di 2004, investasi $1.000 bisa jadi $482,451! Atau saat Nvidia masuk list di 2005, $1.000 bisa jadi $1,133,229!

Rata-rata return Stock Advisor adalah 968% — jauh mengalahkan S&P 500 yang cuma 197%. Jangan lewatkan list top 10 terbaru.

Tinggalkan komentar