Korban Tewas Longsor Sampah di Filipina Bertambah Jadi Empat, 36 Orang Masih Hilang

Minggu, 11 Januari 2026 – 17:33 WIB

Cebu, VIVA – Jumlah korban meninggal akibat runtuhnya tempat pembuangan sampah di Filipina bagian tengah telah meningkat menjadi empat orang, kata seorang pejabat. Sementara itu, upaya penyelamatan terus dilakukan untuk puluhan orang yang masih dinyatakan hilang.

Tempat pembuangan akhir sampah Binaliw di kota Cebu, Filipina, runtuh pada hari Kamis, 8 Januari 2025. Saat kejadian, tercatat ada 110 pekerja yang berada di lokasi. Beberapa struktur dan fasilitas di dalam TPA tersebut mengalami kerusakan parah akibat insiden ini.

Wali Kota Cebu City, Nestor Archival, mengatakan dalam sebuah unggahan Facebook pada hari Sabtu bahwa korban tewas bertambah menjadi empat orang. Selain itu, 12 orang lainnya telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Sampai saat ini, berdasarkan perhitingan hingga Jumat, masih ada 36 orang yang belum ditemukan. Pembaruan data terbaru mengenai jumlah orang hilang ini belum bisa segera diperoleh.

Keluarga para pekerja yang hilang tetap berharap pada hari Sabtu bahwa anggota keluarga mereka akan ditemukan dalam kondisi selamat.

Jerahmey Espinoza, yang suaminya termasuk dalam daftar orang hilang, datang ke lokasi bencana dengan harapan bisa menemukannya. “Mereka belum melihat atau menemukannya sejak kejadian. Kami masih berdoa dan berharap dia masih hidup,” kata Espinoza.

Puluhan petugas penyelamat, termasuk polisi, pemadam kebakaran, dan personel penanggulangan bencana, terus berupaya menyelamatkan korban di tengah kondisi berbahaya. Mereka bekerja di antara tumpukan atap seng yang melengkung, besi-besi berkarat, serta gunungan sampah dan puing yang mudah terbakar.

“Pihak berwenang telah mengonfirmasi adanya tanda-tanda kehidupan yang terdeteksi di area tertentu. Hal ini membutuhkan penggalian yang sangat hati-hati dan pengerahan derek kapasitas 50 ton yang lebih canggih, yang sedang dalam perjalanan dengan pengawalan polisi,” jelas Wali Kota Cebu, Nestor Archival, dalam sebuah pernyataan.

MEMBACA  Aaliyah dan Thariq Halilintar Akan Menikah, Reza Artamevia Berpesan Begini

“Keselamatan petugas penyelamat tetap menjadi prioritas utama mengingat bahaya seperti puing yang tidak stabil dan risiko gas asetilena. Kondisi ini mendorong kami untuk menyesuaikan perimeter keamanan dan membatasi akses ke lokasi,” tambah Archival.

Keempat korban tewas, termasuk seorang insinyur dan seorang pekerja kantor perempuan, semuanya merupakan karyawan tempat pembuangan sampah dan fasilitas pengelolaan limbah yang memiliki 110 staf, menurut keterangan wali kota dan polisi.

Penyebab runtuhnya gunungan sampah tersebut masih belum diketahui secara pasti. Namun, seorang korban selamat menuturkan kepada kantor berita Associated Press pada hari Jumat bahwa kejadian berlangsung sangat cepat dan tiba-tiba tanpa ada peringatan sebelumnya, meskipun kondisi cuaca pada saat itu relatif baik. (Al Jazeera)

Tinggalkan komentar