Menteri Serukan Sistem Pemetaan Bakat Seni Berbasis Data

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerukan sistem pemetaan bakat seni yang lebih terukur dan objektif untuk dijadikan acuan bagi kebijakan pembangunan kebudayaan.

Dalam pernyataan resmi Kementerian yang dikeluarkan Sabtu, Zon menekankan bahwa pemetaan sumber daya manusia budaya harus komprehensif dan berbasis data. Hal ini untuk memastikan pengembangan bakat didasari bukti, bukan asumsi, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

“Melalui program nasional, kita dapat mengidentifikasi bakat-bakat tersembunyi dari para siswa di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dalam pertemuan tentang sumber daya manusia budaya dan manajemen bakat, Zon meninjau hasil inisiatif pemetaan bakat seni yang dilakukan ESQ Group. Ia menekankan pentingnya menempatkan seni setara dengan prioritas pengembangan bakat nasional.

“Pemerintah berencana memprioritaskan STEM, singkatan dari Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika. Ini bisa dikembangkan jadi STEAM dengan menambahkan seni (Arts),” jelasnya.

Pemetaan ini mengikuti program enam bulan dan menggunakan asesmen Talent DNA yang melibatkan 870 siswa dari tiga sekolah. Cakupannya meliputi enam bidang seni: seni pertunjukan, seni rupa, desain, kriya, sastra, dan seni media termasuk film dan animasi.

Zon juga menyoroti pentingnya mengakui kompetensi non-akademik. Banyak praktisi budaya mengembangkan keahlian lewat pengalaman panjang, bukan pendidikan formal.

“Ada orang yang pendidikannya terbatas, namun sudah sangat mahir di bidangnya. Kita harus menghargai bentuk kompetensi seperti itu,” katanya.

Kementerian akan terus bekerja membangun sistem manajemen bakat budaya berbasis data yang berorientasi potensi dan mendukung pembangunan seni berkelanjutan sesuai kebutuhan zaman.

Ke depannya, hasil pemetaan ini diharapkan jadi dasar untuk merumuskan kebijakan dan program pembangunan kebudayaan yang lebih terarah, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Berita terkait: Pemerintah RI luncurkan program pemetaan bakat siswa berbasis DNA
Berita terkait: Menteri: Manajemen bakat siswa kunci kembangkan SDM kompetitif

MEMBACA  Massa Bakar Pagar Mapolres Jakarta Utara

*penerjemah: Sri, Kenzu
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026*

Tinggalkan komentar