Nelayan Sulawesi Selatan Ekspor Perdana ke Arab Saudi

Jakarta (ANTARA) – Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bentenge di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, melakukan pengiriman ekspor perdana hampir satu ton ikan segar ke Arab Saudi. Ini menjadi langkah penting masuk ke pasar internasional.

Hasil tangkapan nelayan setempat diangkut menggunakan truk berpendingin ke ibukota provinsi, Makassar, pada Jumat lalu sebelum diterbangkan ke Jeddah di hari yang sama.

Trian Yunanda, Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pengembangan KNMP, menyatakan program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dan memperluas jangkauan pasar.

“Dari yang sebelumnya hanya pasar lokal, sekarang kita sudah menjangkau konsumen internasional,” kata Yunanda dalam pernyataan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Sabtu.

Dia menjelaskan bahwa infrastruktur di KNMP Bulukumba hampir selesai. Kementerian telah menyediakan fasilitas pendukung, seperti truk berpendingin, kapal, mesin, dan alat tangkap, yang nantinya akan dikelola oleh koperasi.

KNMP Bentenge juga dilengkapi fasilitas tambat kapal, tempat pendaratan ikan, stasiun pengisian bahan bakar khusus (SPBUN), bengkel, kios suplai, dan balai nelayan. Nantinya juga akan ada infrastruktur rantai dingin yang krusial untuk menjaga kualitas ekspor, meliputi pabrik es portabel, cool box, truk berpendingin, dan gudang pendingin.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bulukumba, Muh Thaiyeb Maningkasi, menyatakan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih ini akan memberikan dukungan vital bagi sektor perikanan di wilayahnya.

“Begitu sudah beroperasi penuh, kami akan memusatkan aktivitas perikanan di sana,” ujarnya.

Maningkasi optimis ekspor ikan dari Bulukumba akan terus meningkat. Setelah pengiriman perdana hampir satu ton ikan kerapu macan dan tenggiri, pihak eksportir sudah meminta pasokan tambahan hingga 2,5 ton per hari.

Menurut dia, fasilitas cold storage dan truk berpendingin yang ada di KNMP akan membantu nelayan memenuhi permintaan yang tumbuh ini. Bulukumba juga menghasilkan ikan kakap merah, selar, dan berbagai jenis ikan karang bernilai tinggi lainnya.

MEMBACA  Presiden Korea Selatan Yoon di pengadilan untuk dengar pendahuluan 'pemberontakan' | Berita Politik

Program Kampung Nelayan Merah Putih, yang diluncurkan pada 2025, bertujuan mengubah kampung nelayan menjadi sentra modern, produktif, dan kompetitif dengan meningkatkan kesejahteraan nelayan lewat perbaikan fasilitas dan akses pasar yang lebih baik.

Kementerian berencana membangun 1.000 kampung serupa di seluruh Indonesia pada 2026 untuk mendukung ketahanan pangan dan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Berita terkait: Prabowo targets 1,100 fishing villages in 2026 to boost food security

Berita terkait: Indonesia fast-tracks fishermen villages to boost coastal economy

Penerjemah: Shofi Ayudiana, Kuntum Khaira

Editor: Arie Novarina

Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar