AFP via Getty Images
Lebih dari tiga puluh orang diduga masih hilang pascatanah longsor di Cebu
Petugas penyelamat berupaya cepat menemukan puluhan orang yang masih dinyatakan hilang setelah longsor di lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) di Filipina tengah awal pekan ini, demikian pernyataan seorang pejabat.
Wali Kota Nestor Archival menyatakan pada Sabtu bahwa tanda-tanda kehidupan terdeteksi di lokasi kejadian di Kota Cebu, dua hari pascainsiden.
Sampai saat ini, empat orang telah dikonfirmasi meninggal, sementara dua belas lainnya telah dilarikan ke rumah sakit, ujar Archival.
Wali kota menambahkan, kondisi bagi tim darurat yang bekerja di lokasi sangat menantang, dengan bahaya seperti puing yang belum stabil dan kru yang menunggu kedatangan peralatan yang lebih memadai.
Menurut para pejabat, TPA Binaliw yang dikelola swasta itu ambruk pada Kamis saat 110 pekerja masih berada di lokasi.
Dalam unggahan Facebook pada Sabtu pagi waktu setempat, Archival menyatakan, “Pihak berwajib mengonfirmasi adanya tanda-tanda kehidupan yang terdeteksi di area spesifik, sehingga memerlukan ekskavasi hati-hati yang berlanjut serta pengerahan derek canggih berkapasitas 50 ton.”
Kondisi bagi tim penyelamat di lokasi memang sulit, dengan reruntuhan yang masih labil.
Kerabat para korban hilang menunggu dengan cemas setiap kabar mengenai keberadaan mereka. Lebih dari 30 orang, seluruhnya pekerja di TPA, diduga masih hilang.
“Kami hanya berharap dapat menemukan korban selamat… Kami berpacu dengan waktu, itulah mengapa operasi kami berjalan 24/7,” ujar anggota dewan Kota Cebu, Dave Tumulak, ketua dewan penanggulangan bencana kota, kepada AFP.
AFP via Getty Images
Kerabat para korban hilang menunggu dengan cemas kabar mengenai orang yang mereka kasihi
Jerahmey Espinoza, yang suaminya hilang, mengatakan kepada Reuters di lokasi pada Sabtu, “Mereka belum melihat atau menemukannya sejak bencana terjadi. Kami masih berharap ia selamat.”
Penyebab ambruknya TPA masih belum jelas, namun anggota dewan Kota Cebu Joel Garganera sebelumnya menyebutkan kemungkinan hal itu akibat praktik pengelolaan sampah yang buruk.
Pengelola diduga telah memotong lereng bukit, menambang tanah, lalu menimbun sampah hingga membentuk gunungan limbah baru, tutur Garganera kepada surat kabar lokal The Freeman pada Jumat.
Luas TPA Binaliw sekitar 15 hektar (37 hektar).
TPA seperti ini umum ditemui di kota-kota besar Filipina seperti Cebu, yang merupakan pusat perdagangan dan gerbang transportasi bagi Visayas, kepulauan di bagian tengah negara tersebut.