Kementerian Perkuat Kemitraan Riset dan Industri Indonesia-Jepang

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi telah menguatkan kemitraan riset dan industri Indonesia-Jepang lewat diskusi strategis dengan Organisasi Pengembangan Teknologi Industri dan Energi Baru Jepang (NEDO) dan Toyota.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman, dalam pernyataan tertulis pada Sabtu, menyebutkan pertemuan yang baru saja diadakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini bertujuan mendorong proyek percontohan kolaboratif yang terfokus dan berdampak besar.

Pemerintah menargetkan untuk segera meluncurkan beberapa proyek kunci dengan memanfaatkan kapasitas khusus dari lembaga Indonesia dan Jepang.

“Peran kami adalah memastikan kolaborasi kuat ini dipercepat melalui dukungan kebijakan dan program, sehingga hasil riset dapat diimplementasikan dengan cepat untuk dampak yang luas,” kata Adziman.

Ia menekankan pembangunan kemitraan jangka panjang yang selaras dengan visi selama satu dekade untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi.

Kolaborasi ini fokus pada bidang strategis, termasuk biofuel dan teknologi berkelanjutan, yang sesuai dengan prioritas riset NEDO.

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara mencatat bahwa kemitraan ini berakar dari hubungan akademik yang telah lama terjalin dan kini diperkuat oleh riset yang berkelanjutan.

Ia menyebutkan pengembangan pabrik katalis biofuel bersama Pertamina sebagai contoh riset yang disesuaikan dengan kebutuhan energi masa depan.

“Energi ramah lingkungan adalah tujuan pembangunan energi global. Sementara itu, kolaborasi lintas negara, industri, universitas, dan pemerintah merupakan kunci untuk memastikan riset memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Direktur Eksekutif NEDO Kikuo Kishimoto menggambarkan pertemuan ini produktif, menegaskan komitmen Jepang untuk berbagi pengetahuan teknologi.

“Kami ingin membangun kolaborasi di mana kami tidak hanya berbagi teknologi tetapi juga tumbuh bersama untuk menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

MEMBACA  Sanksi Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk Rusia

Selama kunjungan, para delegasi berkeliling fasilitas riset dan laboratorium ITB untuk mengamati infrastruktur dan ekosistem yang mendukung pengembangan dan hilirisasi inovasi sains dan teknologi.

Forum ini tetap fokus pada percepatan riset yang aplikatif di bidang biofuel untuk mendukung transisi energi dan daya saing industri nasional.

Berita terkait: Indonesia dan Jepang tingkatkan kolaborasi strategis di energi terbarukan

Berita terkait: Indonesia upayakan riset industri lebih kuat dengan NEDO Jepang

Penerjemah: Sean Filo Muhamad, Katriana
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026